Hati-hati, Ini Bahayanya Mengajak Bayi yang Sedang Sakit Naik Pesawat

Mengajak bayi sakit naik pesawat berisiko terhadap kesehatannya, bahkan keselamatan jiwanya.

YouTube
Ilustrasi bayi di penerbangan 

Mengajak bayi sakit naik pesawat berisiko terhadap kesehatannya, bahkan keselamatan jiwanya.

TRIBUN-MEDAN.com - Pesawat adalah pilihan utama saat bepergian ke daerah yang jaraknya cukup jauh.

Selain lebih nyaman, moda transportasi udara ini juga terkenal dengan kecepatannya.

Mengajak bayi sakit naik pesawat berisiko terhadap kesehatannya, bahkan keselamatan jiwanya.

Apa sajakah risiko tersebut, berikut penjelasan dr. Satyawati, SpA dari RS Azra Bogor:

1. Bayi Berisiko Mengalami Dehidrasi

Mengajak bayi yang sedang sakit untuk bepergian dengan menggunakan pesawat dapat membahayakan kesehatannya.

Bayi dengan suhu tubuh yang tinggi, demam, atau panas tinggi rawan terjadi dehidrasi.

Sebab, saat demam, tubuh banyak mengeluarkan cairan.

Dampak lebih lanjut, bila bayi yang kekurangan cairan pada tubuh tersebut tidak teratasi, di antaranya dapat mengakibatkan kejang dan berakhir dengan kematian, bila kondisi kejang tersebut tidak segera teratasi.

Tambahan lagi, gejala dehidrasi pada bayi tidak mudah terdeteksi, demikian pula dengan kejang.

Kejang pada bayi bisa ditandai hanya bibir kedutan, tangan tremor, atau mata yang bergerak ke atas menyerupai juling.

Berbeda dari gejala kejang pada anak-anak atau orang dewasa yang dapat ditandai dengan anggota tubuh yang tegang.

2. Berisiko Mengalami Kekurangan Oksigen

Semakin tinggi pesawat mengudara, maka terjadi penurunan kadar oksigen pada udara yang dihirup.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved