Miris, Hanya Berjarak 5 KM dari Kantor Bupati, Tapi Sejak Indonesia Merdeka Kampung Ini Gelap Gulita

Kompleks kantor pemerintahan daerah yang disebut-sebut termegah di Sumut ini menelan biaya ratusan miliar rupiah.

Penulis: Tulus IT |
Tribun Medan/Nanda F Batubara
Anak-anak Unte Rudang di Desa Pargarutan Dolok, Kecamatan Angkola Timur, Tapanuli Selatan. 

Selama ini, Mahin belum pernah melihat Bupati Tapanuli Selatan Syahrul Pasaribu berkunjung ke kampung tersebut.

"Di kampung ini semuanya masih saudara. Sebenarnya kampung ini banyak warganya. Tapi karena tidak ada listrik, banyak yang pindah atau keluar merantau," kata Mahin.

Mahin mengatakan, tidak adanya listrik bukan hanya membuat mereka sulit mendapat informasi. Namun juga penerangan kala menunaikan salat. Di kampung ini, kata Mahin, semua warganya beragama Muslim.

Selama ini, warga hanya memanfaatkan mesin-mesin rakitan untuk menghasilkan listrik ala kadarnya.

"Apalagi kalau ada yang meninggal, susah sekali," kata Mahin.

Warga lainnya, Ramadan Harahap mengatakan, kondisi Unte Rudang sudah kerap diberitakan media massa. Baik lokal maupun nasional. Namun, sampai saat ini belum ada perubahan.

"Tapi begitupun kami tetap berharap," kata Ramadan. 

Ramadan juga merupakan penduduk asli Unte Rudang. Ia lahir di sini dan sudah memiliki dua anak. Satu di antaranya masih duduk di bangku sekolah dasar.

Ramadan mengakui kondisi jalan yang buruk ke kampungnya sangat menyulitkan anak-anak untuk sekolah. Bahkan, tak jarang anak-anak di kampung ini berjalan kaki sekitar dua kilometer menuju sekolah.

"Kami berharap pemerintah mau membuka mata melihat kampung kami ini. Karena sebenarnya kampung kami ini di tengah-tengah. Kampung lainnya sudah ada listrik," ujar Ramadan. 

Sulit Akses Jalan

Sampai berita ini diturunkan, Bupati Tapanuli Selatan Syahrul Pasaribu belum dapat dimintai komentarnya.

Syahrul  tidak menjawab panggilan telepon setelah berulang kali dihubungi. Ia juga juga tidak membalas pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp.

Manajer PLN Area Padangsidimpuan Ronny Afrianto mengakui di wilayah kerjanya, Tapanuli bagian Sletan masih ada beberapa kawasan yang belum dialiri listrik.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved