Asian Games 2018

Yordania Sebut Emas Silat Indonesia Tak Ada Nilai, Sebut Sukses Asian Games 2018 Tak akan Terulang

"Indonesia tidak akan pernah bisa melampaui perolehan terbaik mereka saat ini, selamanya," kata Nasser Majali.

Yordania Sebut Emas Silat Indonesia Tak Ada Nilai, Sebut Sukses Asian Games 2018 Tak akan Terulang
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI) Prabowo Subianto dan CDM Asian Games Indonesia Syafrudin, berfoto bersama atlet pencak silat, di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (29/8/2018). 

 Adapun kontingen Yordania pada Asian Games 2018 hanya menempati peringkat ke-23.

Yordania meraih total medali 12 emas, dengan dua medali emas dari cabang olahraga jiujitsu dan taekwondo. Mereka juga mendapatkan medali dari karate dan boxing.

Substansi kritik dari pejabat negara Yordania itu serupa dengan protes yang datang dari negara peserta lainnya, Iran.

Iran memprotes tindakan Dewan Olympiade Asia (OCA) yang mengakui pencak silat di Asian Games sebagai hadiah terhadap Indonesia.

Seperti dilansir dari media Iran, en.mehrnews.com, Presiden Komite Olympiade Nasional Iran (NOC), Reza Salehi Amiri menyatakan bahwa pencak silat merupakan cabang olahraga yang tidak dikenal dan hanya dipraktikkan oleh sekelompok kecil negara di Asia.

Salehi mengatakan, Presiden OCA Sheikh Ahmed al-Fahad al-Ahmed al-Sabah juga telah memberikan tanggapan atas protes mereka dengan pernyataan yang kurang meyakinkan.

Menurutnya, Sheikh Ahmed  mengatakan bahwa 'hak istimewa semacam ini juga akan diberikan kepada Iran jika pertandingan diadakan di negara itu'.

Perolehan ini menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam peringkat Indonesia dari 17 saat Asian Games 2014 Incheon menjadi peringkat 4 pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.

Hingga Kamis (30/8/2018) pukul 12.00, Indonesia meraih 30 medali emas di mana 14 emas dari pencak silat.

Sedangkan Iran masih mengantongi 17 medali emas.  

Halaman
1234
Penulis: Liston Damanik
Editor: Liston Damanik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved