Melintas di Kawasan Lanud Soewondo Wajib Pakai Stiker Ini, Dan Satpom: Berlaku September 2018

Saat ini pihaknya sedang menyosialisasikan aturan ini hingga akhir Desember 2018 mendatang.

Melintas di Kawasan Lanud Soewondo Wajib Pakai Stiker Ini, Dan Satpom: Berlaku September 2018
Tribun MEDAN/DOHU LASE
Dan Satpom Lanud Soewondo, Mayor (Pom) I Gede Eka Santika menunjukkan bentuk stiker untuk kendaraan yang melintas di wilayah Lanud Soewondo. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Mulai September 2018 ini (revisi:sebelumnya www.tribun-medan.com menuliskan Januari 2019), masyarakat umum pengendara kendaraan bermotor tak boleh lagi sembarangan masuk/melintas di Jalan Adisucipto, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Medan Polonia.

Jika hendak melintas, maka harus menggunakan stiker khusus pada kendaraan bermotor yang digunakan. Termasuk batas kecepatan kendaraan maksimal 40 kilometer per jam.

Ket Foto: Surat edaran pemasangan sticker izin lintas wilayah Lanud Soewondo yang beredar di WhatsApp (TRIBUN MEDAN/HO)

Surat edaran pemasangan sticker izin lintas wilayah Lanud Soewondo yang beredar di WhatsApp

Baca: Wajib Pakai Stiker Melintas di Wilayah Lanud Soewondo? Respons Dinas Perhubungan dan Humas Pemko

Dan Satpom Lanud Soewondo, Mayor (Pom) I Gede Eka Santika, mengatakan aturan penggunaan stiker dan kecepatan ini sudah sesuai petunjuk teknis internal TNI-AU dan sudah disosialisasikan kepada masyarakat lewat Surat Edaran Danlanud Soewando Nomor SE/02/VI/2018 tanggal 29 Juni 2018.

"Mas pernah masuk Pangkalan TNI AU selain Soewondo? Itu memang diberlakukan penggunaan stiker. Di semua pangkalan militer diterapkan demikian. Tujuannya, untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban, serta sebagai alat bantu pengawasan," ujar I Gede Eka, saat ditemui Tribun Medan di ruang kerjanya, Kamis (6/9/2018).

"Sehingga kita tidak perlu lagi memeriksa setiap kendaraan yang hendak melintas. Justru yang begitu malah menambah kemacetan," imbuhnya.

I Gede Eka mengungkapkan, pemberlakuan aturan ini mempertimbangkan kondisi Jalan Adi Sucipto yang sangat macet, terutama pagi hari dan sore hari. Ditambah lagi, banyaknya masyarakat yang mengabaikan rambu batas kecepatan maksimum, serta ugal-ugalan.

Dua hal tersebut mengganggu operasional personel Lanud Soewondo.

"Jalan Adi Sucipto ini sejatinya bukan jalan umum, namun merupakan jalan kesatrian Lanud Soewondo yang sangat berdekatan dengan Ring I Lanud Soewondo. Mungkin karena banyak masyarakat yang belum tahu jika kawasan ini merupakan pangkalan militer, sehingga kita perlu sosialisasikan untuk menghindari kesalahpahaman. Pernah kejadian, anggota Lanud ditabrak pengendara sepeda motor yang ugal-ugalan. Masih banyak lagi kejadian kecelakaan lalu lintas lain ," ujarnya.

Saat ini pihaknya sedang mensosialisasikan aturan ini hingga dua sampai tiga minggu ke depan.

Halaman
12
Penulis: Dohu Lase
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved