Bersua di Final Putri Honda DBL 2018, Methodist 2 dan Wahidin Siap Tampil Habis-habisan
Wahidin yang merupakan finalis Honda DBL 2017 bertekat membelas kegagalan sebelumnya.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk |
Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Final Putri Honda DBL 2018 menghadirkan laga panas antara SMA Methodist 2 Medan kontra SMA Wahidin Sudiro Husodo, Sabtu (8/9/2018) di GOR Samudera, Medan.
Wahidin yang merupakan finalis Honda DBL 2017 bertekat membelas kegagalan sebelumnya. Sedangkan Methodist 2 siap mengukuhkan rekor baru di gelaran ini.
Pelatih Putri SMA Methodist 2 Medan, Natalie mengatakan persiapan anak-anak sudah matang secara mental, fisik maupun stratrgi.
"Persiapan untuk besok yang penting anak-anak sudah siap. Mental dan fisik mereka juga, itu paling penting," katanya, Jumat (7/9/2018) di GOR Samudera, Medan.
Ia menegaskan timnya fokus untuk memperkuat pertahanan dan tetap memaksimalkan poin dari srtiap serangan.
"Kita hari ini lebih fokus memperkuat defence kita, karena masih itu yang jadi kekurangan kita. Kalau untuk penyerangan saya rasa anak-anak sudah maksimal," tegasnya.
Ditanyain target, Natalie jelas tak ingin membebani anak-anak harus menjadi juara. Ia menginginkan para pemain untuk main enjoy dan tidak dibawah tekanan.
"Target sih juara cuma tidak terlalu membebankan anak-anak untuk itu. Kita yakin ketika mereka tidak dibebani akan bermain lebih tenang dan bisa memaksimalkan potensinya," jelasnya.
Baginya yang perlu diawasi dari para pemain Wahidin adalah, Poin Guard Dwi (6) dan kapten Leiticia (14) yany merupakan center.
"Kita lebih fokus ke point guard mereka sama center mereka sih. Itu ada nomor 6 sama nomor 14 Dwi dan Leiticia. Karena dua ini yang menjadi motor serangan mereka, kita sudah antisipasi untuk jaga mati sih benar-benar fokusnya ke mereka dua dulu. Kita sudah siapakan Naomi sama Sheily," pungkasnya.
Sedangkan, Pelatih Tim Putri Wahidin, Herijanto mengatakan yang perlu diantisipasi dari para pemain Methodist 2 adalah semangat juang.
"Untuk persiapan besok tidak ada persiapan khusus, mental anak-anak saat ini ya bagus cuma besok kita beri motivasi lagi. sebenarnya antisipasi dari mereka adalah semangat juangnya yang tak henti. Untuk itu juga harus dihadapi dengan semangat yang sama," terangnya.
Baginya yang perlu diantisipasi bukan si kembar Sheily dan Sheila melainkan Celine yang sering dimainakan di kloter kedua.
"Kalau si kembar tidak masalah, yang perlu waspadai bukan kembarnya tapi Naomi (6) dan Caline (13) itu biasa main di kuarter II dan kita sudah siapkan antisipasinya," tegasnya.
Lebih lanjut, Heri menambahkan timnya akan memainkan tim yang sama saat mengalahkan jawara bertahan Sutomo 1. " Kita akan mainkan permainan yang sama saat mengalahkan Sutomo, kami yakin taktik ini bisa kembali membuat kami menang," pungkasnya.
(cr10/tribunmedan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tim-putri-wahidin-sudiro-husodo-medan_20180907_231913.jpg)