Berita Olahraga

Latihan Bersama Lima Cabor Beladiri Sukses Digelar, Ajang Mengembangkan Teknik dan Mental

Kegiatan ini menjadi ajang mempererat hubungan antarcabang olahraga sekaligus meningkatkan kualitas teknik dan mental bertanding para atlet.

Tayang:
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
IST
Atlet Judo dan BJJ mempraktikkan gerakan dalam latihan bersama lintas cabang olahraga bela diri lainnya berlangsung sukses di Padepokan Judo Sumut, Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini menjadi ajang mempererat hubungan antarcabang olahraga sekaligus meningkatkan kualitas teknik dan mental bertanding para atlet. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Pelaksanaan latihan bersama yang digelar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kota Medan bersama sejumlah cabang olahraga bela diri lainnya berlangsung sukses di Padepokan Judo Sumut, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang mempererat hubungan antarcabang olahraga sekaligus meningkatkan kualitas teknik dan mental bertanding para atlet.

Adapun lima cabang olahraga yang terlibat dalam latihan bersama tersebut yakni judo, sambo, gulat, Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ), dan kurash.

Kelima cabang olahraga ini dinilai memiliki kesamaan karakter teknik, terutama dalam hal bantingan, kuncian, hingga pertarungan jarak dekat, sehingga latihan gabungan dianggap efektif untuk meningkatkan kemampuan atlet masing-masing.

Ketua Umum PJSI Sumut, Arief Fadhillah mengatakan kegiatan lintas cabang olahraga ini memberikan manfaat besar bagi perkembangan atlet, khususnya dalam menambah variasi lawan tanding dan pengalaman bertanding.

Menurutnya, atlet bela diri membutuhkan banyak simulasi pertandingan dan sparring partner dengan karakter yang berbeda agar kemampuan mereka terus berkembang.

“Kalau cabang olahraga bela diri memang sangat membutuhkan banyak lawan tanding atau uji coba pertandingan. Karena beda lawan, beda juga pengalaman yang dihadapi atlet. Di Sumatera Utara ini terus terang kita cukup kesulitan mendapatkan lawan yang sesuai level, terutama untuk atlet-atlet PPLP maupun atlet binaan kita,” ujar Arief kepada Tribun Medan melalui seluler.

Ia menjelaskan, latihan lintas cabang olahraga menjadi solusi untuk menghadirkan lawan tanding yang seimbang sekaligus memberi tantangan baru bagi atlet.

Sebab, pola pertandingan dari cabang olahraga yang dilibatkan memiliki kemiripan satu sama lain.

“Karena sistem pertandingannya hampir mirip, otomatis atlet bisa mendapatkan pengalaman baru dengan lawan yang berbeda karakter. Kalau lawan latihannya itu-itu saja, tentu perkembangan atlet akan sulit meningkat. Jadi kegiatan ini memang sangat bermanfaat bagi atlet kita,” katanya.

Arief juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat PJSI Sumut akan menghadapi dua agenda nasional penting yakni Kasad Cup dan Kapolri Cup. Untuk Kapolri Cup, Sumut hanya mengirimkan dua atlet, sedangkan pada Kasad Cup akan memberangkatkan kekuatan penuh.

“Untuk Kasad Cup kita akan mengirimkan full team sebanyak 26 atlet. Tentunya latihan bersama seperti ini menjadi bagian penting dari persiapan atlet agar lebih siap menghadapi persaingan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Judo Medan, Josef Yus mengaku senang dengan terselenggaranya latihan bersama tersebut. Ia menilai para atlet mendapatkan banyak pengalaman baru dari cabang olahraga lain yang secara teknik memiliki kemiripan dengan judo.

“Kita merasa sangat senang karena kegiatan berjalan lancar dan atlet mendapatkan pengalaman luar biasa dari beberapa cabang olahraga lain yang secara teknis hampir menyerupai judo,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin guna meningkatkan kualitas atlet Kota Medan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Utara 2026 yang akan berlangsung pada November mendatang.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved