Anggota TNI Tewas
Fakta Anggota TNI Tewas Gantung Diri di Pohon Janggal, Keluarga Merasa Aneh hingga PM Bertindak
Sejumlah fakta mengungkap kematian tidak wajar prajurit TNI AL Korps Marinir dianggap penuh dengan kejanggalan oleh pihak keluarga.
Kedua tangan korban mengepal dan kaki korban dalam kondisi tertekuk.
"Mana ada orang bunuh diri di pohon bambu. Apalagi almarhum tingginya 191 sentimeter). Bambu tidak akan kuat menopang tubuhnya," ungkapnya.
Keluarga juga tidak sempat melihat langsung saat jasad korban diturunkan dari tempat gantungan.
Keluarga yang datang dijemput petugas, melihat tubuh korban sudah dievakuasi.

Jasad korban bersandar pada dinding tembok belakang kantor dalam kondisi ditutup kain sprei.
"Kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, ini sudah tidak wajar. Ada kejanggalan," ucapnya.
Keluarga sangat berharap pihak berwenang dalam hal ini adalah Polisi Militer (PM) Angkatan Laut (Pomal) agar turun tangan menyelidiki penyebab meninggalnya prajurit Marinir Halim tersebut.
"Anak saya (Halim) tidak pernah punya masalah. Anaknya baik, kami ingin kasus ini diselidiki hingga tuntas," jelasnya.
Diketahui, suasana duka masih terasa di kediaman almarhum prajurit TNI AL Korps Marinir Kelasi Kepala Achmad Halim Mardyansah (29), Jumat (14/9/2018), di Jalan Kesatria 1, Karangpilang, Surabaya, Jawa Timur.
Baca: SIARAN LANGSUNG LIGA INGGRIS- Link Live Streaming Dalam 10 Laga Malam Ini
Baca: Gatot Nurmantyo Bantah Dirinya Bergabung dengan PAN dan Timses Prabowo-Sandiaga
Meski sudah hari kelima, masih banyak tamu berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa atas kematian korban yang dianggap masih misterius.
Ayah korban H Sukiman (59) dan ibunda Hj Istiatin (64) dan istri almarhum Aisyah Syafiera (23) istri tampak menguatkan diri untuk menyambut mereka.
Terlihat dua foto almarhum dipajang di meja kecil di pojok teras rumah.
Satu foto almarhum mengenakan baju seragam dinas.
Satu lagi foto kenangan foto almarhum mengenakan kain ihram serba putih.
Ini merupakan foto saat berada di tanah suci.