Platform 61 Ciptakan Ekosistem Dunia Kreatif Untuk Seniman Muda Medan

Muatan lokal merupakan sebuah program edukasi yang digagas oleh Platform 61.

Platform 61 untuk pertama kali menggelar kegiatan muatan lokal, Sabtu (16/9/2018) di Ranum Kopi Jalan Dr Mansyur 1 Nomor 23. (Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang) 

TRIBUN-MEDAN.com - Muatan lokal merupakan sebuah program edukasi yang digagas oleh Platform 61. Program ini adalah satu dari beberapa kegiatan yang dibuat untuk menciptakan ekosistem bagi para orang-orang yang berada dalam lingkungan dunia kreatif seperti Seniman, desainer, musisi indie, crafter, dan orang-orang yang tertarik pada seni untuk memghasilkan passive income.

Platform 61 untuk pertama kali menggelar kegiatan muatan lokal, Sabtu (16/9/2018) di Ranum Kopi Jalan Dr Mansyur 1 Nomor 23. Kegiatan kali ini mengajak anak-anak muda Medan belajar bersama tentang merancang komik strip dan merancang icon.

"Kegiatan muatan lokal ini akan dilakukan terus menerus setiap hari sabtu. Dalam menyelesaikan satu pematerk, biasanya kita melakukan empat kali pertemuan. Biar ilmu yang dibagikan lebih mendalam," kata Team Leader Platform 61 David Simanjuntak.

Platform 61 merupakan jaringan perkawanan dalam bidang kesenian yang ada di 13 kota di Indonesia yang digagas oleh Ruang Rupa dan Siasat Partikelir dengan nama yang berbeda di setiap kotanya.

Tujuannya adalah agar terjadi penyebaran info pameran karya-karya yang sering dilakukan di Pulau Jawa sampai ke Sumatera juga. Karena anak muda Medan dirasa mempunyai banyak potensi hanya kurang informasi saja. Di Sumatera ada lima titik yakni Padang, Pekanbaru, Palembang, Lampung, dan Medan.

Kegiatan utamanya adalah dengan pembuatan workshop dan pameran seni yang berbasis riset. Jadi mampu mengundang bukan saja pelaku usaha namun juga anak-anak milenials. Tujuannya agar terjadi regenerisasi suatu saat nanti.

"Kami di sebar di 13 kota atas keresahan Ruang rupa dan Siasat Partikelir terhadap milenial. Milenial ini sudah sangat jarang berorganisasi, jadi kepekaannya juga jarang diasah, jarang punya networking kalau begitu terus takutnya nanti 10 tahun ke depan, anak-anak muda gak bisa apa-apa lagi. Sementara tuntutan arus globalisasi makin tinggi" ungkapnya.

Untuk itu digagas beberapa kegiatan selain muatan lokal, seperti skat sket atau gathering, bukit barisan picture yakni bioskop alternatif yang mempertunjukkan film milk Kolektif Film Jakarta. Serta toko 61 yang merupakan sebuah unit usaha untuk menampung karya anak Muda Medan dan 12 kota lainnya.

"Aku rindu anak muda Medan itu punya passive income. Tapi harus didapatkan dengan sebuah proses ideal untuk menghasilkan produk. Bukan sebatas asal jadi agar produk yang dihasilkan diminati. Jadi enggak sedang buang-buang energi," kata David.

Lebih lanjut dijelaskannya, misalnya untuk komik, mulai dari gambar, sampai didigitalkan, hingga di perjualbelikan harus melalui sebuah proses yang sempurna sehingga hasilnya bukan karya yang prematur.

"Aku juga ingin karya yang anak muda hasilkan itu bukan sebatas penghasilan sampingan tapi passive income. Kalau sekedar sampingan itu biasanya dikerjain kalau ada permintaan saja," katanya

Produk yang dihasilkan pun bermacam-macam. Mulai dari barang jadi, icon, tamplate, komik, dan lain-lain. Biasanya untuk icon, tamplate atau komik dibayar berdasarkan jumlah pengunduhan. Dan hasil karya ini biasanya diperjualbelikan secara global, yang berarti pangsa pasarnya seluruh dunia.

"Sehingga si pembuat karya cukup bekerja di pekerjaan utamanya, misalnya sekolah atau kerja, namun di internet menghasilkan pundi-pundi uang untuknya. Makanya pembuatan karyanya aku selalu ajak untuk digarap serius," katanya.

Hal itu juga yang mendasarinya dan tim memilih program kerja yang prosesnya cukup panjang. Katanya, ini merupakan siasat bertahan, sehingga yang didapatkan dari Platform 61 ini bukan hanya untuk menghasilkan sebuah produk saja, tapi lebih luas, peserta mendapatkan ilmu untuk membuat lebih dari satu produk.

Keuntungan lainnya adalah luasnya jaringan yang tersebar di 13 kota memungkinkan orang-orang yang bergabung dengan Platform 61 terhubung dengan 12 kota lainnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved