Kalahkan 68 Finalis, Tim Mahasiswa USU Raih Juara Wirausaha Muda Mandiri 2018
Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasi sekaligus mengharumkan nama kampus
Penulis: Chandra Simarmata |
Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasi sekaligus mengharumkan nama kampus tercintanya di kancah nasional.
Mereka adalah Aprial Syahputra, mahasiswa Fakultas Teknik USU Prodi Teknik Industri 2014, bersama dua rekan setimnya, Risdarwanto dan Andreasen P Chaidir, yang berhasil meraih gelar Pemenang II event Wirausaha Muda Mandiri 2018, yang berlangsung di Malang.
Keberhasilan Aprial dkk telah menyisihkan 68 finalis lainnya dari seluruh Indonesia untuk wirausaha muda mandiri kategori mahasiswa bidang usaha teknologi non digital.
Untuk raihan gelar tersebut, mereka mendapatkan hadiah sebesar Rp 50 juta.
Atas prestasi itu, Aprial mengaku senang. Dirinya juga turut bersyukur mereka bisa berhasil meraih penghargaan tersebut.
"Kami sangat senang dan selalu bersyukur bisa melangkah sejauh ini, tak lepas dari doa kedua orangtua, keluarga, dan dosen-dosen yang selalu membimbing kami," ujarnya, Sabtu (22/9/2018).
Produk inovasi yang mengantarkan Aprial, Risdarwanto dan Andreasen meraih juara di ajang bergengsi yang digelar dari 6 hingga 15 September 2018 tersebut adalah Herbal Foam, yakni produk kemasan makanan yang terbuat dari bahan alami.
Herbal Foam dihasilkan dari getah akasia, kulit udang dan tepung tapioka. Keberadaan produk ini bertujuan untuk mengganti styrofoam yang disinyalir mengandung styrene dan benzene, dua bahan kimia yang dianggap berbahaya.
"Herbal Foam yang kami ciptakan ini mudah terurai sehingga ramah lingkungan, bahkan edible atau bisa dimakan. Ini membuktikan bahwa produk Herbal Foam ini sangat aman dan hygienis,” kata Aprial, menjelaskan.
Aprial memaparkan, bahwa produk Herbal Foam diawali dari berbagai riset yang mereka lakukan pada November 2017. Penelitian dan percobaan terus-menerus dilakukan walaupun berkali-kali menemui kegagalan.
“Terkadang komposisinya salah, atau bahan yang digunakan salah. Berulang-ulang kami mencari formula yang pas untuk menghasilkan Herbal Foam. Dicoba dan dicoba terus, hingga Maret 2018 terciptalah produk yang akhirnya menjadi juara II dalam Kompetisi Wirausaha Muda Mandiri 2018,” papar Aprial.
Dalam pengembangan inovasinya, Aprial dkk pernah lolos seleksi dan mendapatkan bantuan pendanaan sebesar Rp. 276.962.000,- untuk penyempurnaan dan pengembangan produk dari program CPPBT Ristekdikti, yang digunakan untuk modal pembelian alat-alat dan bahan.
Lalu pada Mei 2018 kembali mendapatkan bantuan dana dari Kemenaker dalam program perluasan tenaga kerja sebesar Rp 20 juta, sebagai bentuk support untuk memproduksi Herbal Foam secara massal.
Selain penghargaan yang baru didapatkan, Aprial dkk juga pernah mendapatkan gold medal dalam Kaohsiung Invention Design Expo (KIDE) di Taiwan pada Desember 2017 dan meraih silver medal dalam ajang Innovation Invention Design Competition (INDES) di Malaysia pada Agustus 2018 lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/aprial-tengah-diapit-risdarwanto-kanan-dan-andreasen_20180922_174344.jpg)