Nenek Habsah Terpaksa Tinggal Sendiri di Gubuk Mirip Kandang Ternak
Habsah mengatakan, semenjak suaminya meninggal dunia sekitar sepuluh tahun lalu, dia mengaku kesepian
Pada usia senja, Habsah tak memiliki keinginan berlebihan. Dia hanya ingin bertahan hidup di tanah kelahirannya hingga akhir usia.
“Saya hanya ingin bertahan sampai Allah memanggil saya. Saya nikmati apa yang ada,” ungkapnya tegar.
Kepala Desa Seunubok Baro, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Ismail, menyebutkan, dalam beberapa hari terakhir ini, bantuan dari beberapa pihak juga berdatangan untuk nenek tersebut.
“Kadang Nek Absah menginap di rumah anaknya. Semoga ada bantuan rumah layak juga buat Nek Absah,” katanya.
Hujan mulai turun perlahan. Habsah lalu membereskan pakaian dan segala harapan yang sudah dilipatnya, lalu memasukkannya satu per satu ke dalam kardus yang dianggap sebagai lemari....
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Nenek Habsah Melipat Harapan di Gubuk Reyot dalam Kesendirian..."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/nenek-habsah_20180923_175747.jpg)