Inilah Suporter Sepakbola yang Tewas Sejak Edy Rahmayadi Pimpin PSSI

Save Our Soccer (SOS) mencatat sebanyak 22 suporter meninggal sejak Edy menjabat ketua umum PSSI pada 10 November 2016.

Tribun Jateng/muh radlis
SEDIH - Jenazah Banu Rusman korban bentrokan suporter Persita Tangerang dan suporter PSMS Medan telah dimakamkan di kampung halaman ayahnya di Kabupaten Pekalongan, Jumat (13/10/2017). Wastam (peci putih) berdoa di pusara anaknya yang jadi korban kerusuhan suporter 

Save Our Soccer (SOS), lembaga swadaya yang mengamati isu sepak bola nasional, mencatat sebanyak 22 suporter meninggal sejak Edy menjabat ketua umum PSSI pada 10 November 2016.

TRIBUN-MEDAN.com-Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ( PSSI) memutuskan untuk menghentikan kompetisi Liga 1 2018 hingga waktu yang tak ditentukan.

Keputusan tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, Selasa (25/9/2018). Langkah ini diambil sebagai bentuk keprihatinan atas tewasnya anggota The Jak Mania, Haringga Sirla. 

Haringga Sirla meninggal akibat dikeroyok oknum suporter Persib Bandung jelang pertandingan antara Persib vs Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (23/9/2018).

"Ini adalah salah satu bentuk keprihatinan kami dan rasa belasungkawa kami terhadap almarhum," tutur Edy Rahmayadi.

Selama penghentian Liga 1, PSSI akan segera membuat standar operasional prosedur (SOP) yang lebih jelas dalam rangka meredam dan menghentikan kegiatan-kegiatan merugikan.

PSSI memang harus membuat aturan ketat untuk menangkal kekerasan dalam sepak bola nasional. Hal itu lantaran banyaknya korban jiwa di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi.

Save Our Soccer (SOS), lembaga swadaya yang mengamati isu sepak bola nasional, mencatat sebanyak 22 suporter meninggal sejak Edy menjabat ketua umum PSSI pada 10 November 2016.

Prosesi pemakaman William Wijaya di TPU Budi Darma, Jakarta Utara, Senin (6/8/2018). William meninggal dunia akibat tawuran antara suporter Persitara Jakarta Utara dan warga di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (4/8/2018).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul
Prosesi pemakaman William Wijaya di TPU Budi Darma, Jakarta Utara, Senin (6/8/2018). William meninggal dunia akibat tawuran antara suporter Persitara Jakarta Utara dan warga di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (4/8/2018). Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Taufik: TPU Budi Dharma Sudah Tiga Lapis, Orang Dikubur di Dalam Genangan Air ", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/09/13/16193731/taufik-tpu-budi-dharma-sudah-tiga-lapis-orang-dikubur-di-dalam-genangan. Penulis : Jessi Carina Editor : Ana Shofiana Syatiri (KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D)

Berikut adalah daftar suporter yang tewas pada era kepemimpinan Edy Rahmayadi dari data SOS:

1. Ferdian Fikri, 14 (Viola, suporter Persita)
Kejadian: 26/3/2017   
Penyebab: Tusukan benda tajam

2. Agus Sulistyo, 19 (Brajamusti, PSIM)
Kejadian: 18/5/2017 (PSIM Vs Persebaya Surabaya)
Penyebab: Jatuh dari tribune

3. Agen Astrava (The Jakmania)
Kejadian: 21/5/2017 (Persija Jakarta Vs Bali United)
Penyebab: Pengeroyokan

4. Ardi Prasetyo, 18 (suporter PPSM)
Kejadian: 11/6/2017 (PPSM Magelang vs PSIM di Stadion Moch Soebroto, Magelang)
Penyebab: Jatuh dari tribune

5. M. Nur Ananda, 21 (Warga)   
Kejadian: 23/7/2017 (perjalanan usai Persibas vs PSS di Stadion Satria)
Penyebab: Tusukan benda tajam dari oknum supporter PSS di Jalan Temanggung-Magelang

6. Ricko Andrean (Bobotoh)
Kejadian: 27/7/2017
Penyebab: Melerai pengeroyokan seorang bobotoh yang dianggap suporter Persija saat Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, 22 Juli 2017

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved