Sajian Bebek Sedap tanpa Penyedap di Warung Bebek Samara

Yang menjadikan sajian di tempat makan ini berbeda adalah seluruh makanan di restoran ini tidak menggunakan penyedap rasa.

TRIBUN MEDAN/SEPTRIANA AYU SIMANJORANG
Sajian Bebek Bakar Madu menjadi andalan di Warung Bebek Samara. Warung ini berlokasi di Komplek Tasbih 1 Block C Nomor 14, Jl. Setiabudi Abadi, Kota Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Septrina Ayu Simanjorang

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sajian Bebek Bakar Madu menjadi andalan di Warung Bebek Samara. Warung ini terletak di Komplek Tasbih 1 Block C Nomor 14, Jl. Setiabudi Abadi, Kota Medan.

Yang menjadikan sajian di tempat makan ini berbeda adalah seluruh makanan di restoran ini tidak menggunakan penyedap rasa. Dan bebek bakar di tempat ini dibumbui dengan madu.

"Bebek yang kami unggulkan adalah sajian bebek yang empuk. Biasanya problem orang Makan bebek itu karena dagingnya keras. Jadi untuk menyiasatinya kami pakai bebek peking," kata pemilik warung, Dewi Natadiningrat Khadizah.

Lebih lanjut dijelaskan Dewi, bebek peking dipilih karena diantara entok atau bebek air, jenis bebek peking adalah bebek yang paling banyak dagingnya dan bebek tersebut diungkep lebih empat jam.

"Diungkep itu tujuannya supaya dia empuk dan hilang bau amisnya. Potongan bebeknya kan besar-besar, jadinya ngungkepnya juga ga bisa buru-buru," kata Dewi.

Seluruh resep di tempat ini dibuat oleh Dewi sendiri. Ia mengaku resep Bebek Bakar Madu ini berasal dari sebuah kesalahannya. Awalnya Dewi berniat membuka rumah makan bebek goreng. Ia diajari langsung oleh ketua Indonesian Chef Asosiation atau ICA.

"Waktu itu mau bikin bebek goreng kremes. Tapi bikin kremesnya gagal terus. Sementara saya sudah ungkep 5 ekor ayam. Akhirnya karna gagal saya coba cari di internet cara buat ayam bakar. Karena saya suka madu, saya gabungkanlah," katanya.

Seluruh makanan yang dijual di tempat ini dibuat dari bahan alami dan diperiksa mutunya, mulai kecap, gula, hingga madu, dipakai yang terbaik. Maka Dewi membuat sendiri makanan hingga kini agar terjamin kualitasnya. Karyawan di warung tersebut hanya bertugas memanggang bebek tersebut.

"Bebek juga dipanggang tidak menggunakan arang, tapi hotplate. Untuk menghindari penyakit akibat pembakaran arang. Dan dengan dibakar di hotplate minyak bebek juga berkurang, tidak perlu takut kolestrol," katanya.

Ibu satu anak ini memang fokus dengan kesehatan dan lingkungan. Terbukti dari kotak makanan yang terbuat dari bahan yang aman untuk makanan dan bisa di daur ulang.

Makan bebek bakar madu ini ditemani oleh nasi lemak bakar. Saat menu makanan datang, wangi nasi lemak bakar yang dibungkus dengan daun pisang langsung menyeruak menggungah selera. Di dalam piring juga diberi pete bakar, sambal kecap, sambal merah, dan tempe goreng, serta lalapan.

Di tempat ini menjual makanan bebek goreng, nasi goreng bebek asin, bubur ayam dan beberapa jenis makanan lainnya. Selain makan di warung ini, anda juga bisa melakukan pemesanan melalui layanan ojek aplikasi.

Makan bebek bakar madu paling tepat ditemani minuman yang segar. Ingin mencoba minuman segar yang tidak biasa, Jus pala bisa jadi pilihan anda.

Jus ini dibuat langsung oleh sebuah UKM menengah bimbingan Dewi. Jus ini terbuat dari buah pala. Rasa jus ini dominan asam segar. Namun tetap ada rasa manisnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved