MotoGP
MotoGP 2018, Marc Marquez Ternyata Tahu Masalah yang Bikin Rossi dan Vinales Melempem
"Bukan hanya motor, tetapi juga pola pikir pebalap. Mereka tidak merasa bahwa mereka akan berada di posisi atas," ujar Spencer.
TRIBUN-MEDAN.com - Hingga seri balap ke-14 di MotorLand Aragon, Spanyol, tim pabrikan Yamaha masih belum mampu menghadirkan kemenangan.
Kali terakhir Yamaha meraih kemenangan seri balap ialah pada MotoGP Belanda 2017 melalui Valentino Rossi (Movistar Yamaha).
Alhasil, Yamaha kini tercatat sudah berpuasa kemenangan dalam 24 seri terakhir.
Pembalap Repsol Honda Marc Marquez saat ini masih kokoh di puncak klasemen dengan 246 poin.
Memang Valentino ROSSI masih berada di peringkat ketiga klasemen MotoGP dengan 159 poin di bawah pembalap Ducati Andrea Dovizioso yang mengantongi 174 poin.
Rekannya Maverick VIÑALES berada di peringkat kelima dengan 130 poin.
Pada MotoGP Aragon 2018, Rossi hanya menempati posisi ke-18 saat sesi kualifikasi.
Baca: Xpander Baru dari Diler Terbakar di Jalan, Ini Foto-foto dan Videonya
Baca: MotoGP 2018, Jadwal Live Streaming MotoGP Thailand, Marquez di Atas Angin, Valentino Rossi Menyerah?
Namun, pada balapan hari Minggu, pemegang sembilan gelar juara dunia itu berhasil mengakhiri balapan di urutan kedelapan alias naik 10 setrip dari posisi start.
Sementara itu, Vinales yang memulai balapan dari grid ke-14, harnya bisa finis di urutan ke-10.
Zarco sendiri pada GP Aragon lalu menyelesaikan balapan di posisi ke-14. Pebalap Prancis tersebut saat ini mendiami posisi ke-8 di klasemen MotoGP dengn 112 poin.
Legenda MotoGP, Freddie Spencer, turut memberikan komentar soal krisis yang tengah melanda tim Yamaha, baik pabrikan maupun satelit.
Pada musim ini, Valentino Rossi, Maverick Vinales, Johann Zarco, hingga Hafizh Syahrin memang tampil kedodoran dalam beberapa seri balap terakhir.
"Ini seperti sebuah ramalan terjadi dengan sendirinya bahwa Yamaha akan kesulitan. Saya tidak mengatakan motor tidak perlu diperbaiki, tetapi anda bisa melihatnya di timesheet," kata Freddie Spencer yang dikutip BolaSport.com dari Motorsport Magazine.
"Bukan hanya Maverick Vinales dan Valentino Rossi yang kesulitan sekarang, tetapi Johann Zarco juga, meski dia menggunakan motor yang lebih tua," ucap Spencer melanjutkan.
Baca: Ulik 4 Fakta Video M3sum yang Dilakoni Mahasiswi Baru UIN Bandung dengan Mahasiswa Semester 5
Baca: Viral Video M3sum Muda-mudi di Bilik Cinta Berdurasi 30 Detik, Sudah Pernah Dibongkar Satpol PP
Menurut Freddie Spencer, pola pikir pebalap Yamaha turut andil perihal hasil yang diperoleh saat balapan.
"Bukan hanya motor, tetapi juga pola pikir pebalap. Mereka tidak merasa bahwa mereka akan berada di posisi atas," ujar Spencer.
Baik Rossi dan Vinales memang sudah lama mengeluhkan performa Yamaha M1 yang tidak mampu bersaing dengan Honda dan Ducati.
Marquez ikut angkat bicara soal penurunan performa motor-motor produsen berlambang garpu tala tersebut.
"Saya pernah berkendara di belakang Vinales di Aragon saat latiha bebas. Aneh memang, karena motor mereka sangat baik di akselerasi. Ia juga berkendara dengan baik tapi catatan waktunya tidak begitu baik," ungkap Marquez.
"Saya memang melihat beberapa kekurangan pada motor mereka, ada masalah dengan Yamaha. Tapi biarlah itu saya simpan sendiri. Anda harus memperbaiki kerentanan motor Anda masing-masing," ucap Marquez.
Ia menilai performa Zarco, yang juga memenangi beberapa seri di musim 2017, cukup aneh.
"Sejujurnya melihat performanya saat ini memang mengherankan. Ia sangat-sangat cepat di saat tes musim dingin lalu juga di seri pertama tahun ini," ucap Marquez seperti dikutip Speedweek.com, Senin (1/10/2018).
Marquez yang membalap untuk tim Repsol Honda mengungkapkan, perfoma Zarco kemudian menurun di beberapa seri. Zarco pun seperti memiliki masalah untuk mencatatkan waktu tercepat di tiap kualifikasi balapan.
"Ia padahal sangat cepat di musim lalu. Mengapa demikian? Saya tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut tapi sepertinya ia berada dalam masalah sejak mengumumkan kepindahannya dengan KTM di Jerez. Tapi saya mengharapkan yang terbaik untuknya," ucap Marquez.
Managing Director Yamaha Motor Racing Lin Jarvis menolak keinginan Rossi agar timnya mau kembali 'jor-joran' secara teknis maupun finansial seperti pada musim 2004.
Pernyataan Valentino Rossi tersebut keluar menyusul rasa frustrasinya terhadap krisis yang dialami Yamaha pada ajang MotoGP sekarang.

Lin Jarvis dan Valentino Rossi
Puasa kemenangan selama 23 seri balap terburuk sepanjang sejarah tim menjadi salah satu pertanda semakin tertinggalnya Yamaha dari kompetitiornya pada ajang MotoGP.
Akan tetapi sang bos, Lin Jarvis, merasa ragu pihaknya dapat mewujudkan keinginan Valentino Rossi karena situasi yang berbeda.
Pria berkebangsaan Inggris itu juga tidak bisa memastikan kapan motor musim depan akan tersedia untuk diuji coba.
Kendati demikian, Lin Jarvis mengatakan Yamaha akan berusaha keras untuk bisa segera keluar dari krisis yang sedang mereka alami.
"Kami tidak bisa melangkah ke musim berikutnya dengan situasi seperti ini, jadi sekarang kami masih punya empat atau lima bulan untuk memperbaikinya," kata Jarvis dikutip dari Motorsport.
"Saya tidak bisa mengatakan bahwa kami akan melakukan revolusi seperti saat 2004, karena saat itu situasinya berbeda.
"(Tetapi) kami harus melakukan investasi besar dan memerlukan ide-ide baru. Itu artinya bahwa kami juga akan punya insinyur-insinyur yang baru," imbuhnya.
(bolasport/motorplus/kompas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/valentino-rossi_20180907_114217.jpg)