Targetkan 400 Jurnal Terindeks Scopus, Ini Strategi Rektor Unimed Prof Syawal Gultom

Ada tiga Program strategi yang sudah dirancangnya untuk meningkatkan jumlah dan kualitas penelitian di UNIMED.

Tayang:
Penulis: Chandra Simarmata |
antara
Syawal Gultom 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd menargetkan kampus yang dipimpinnya mampu menghasilkan minimal 400 publikasi ilmiah yang terindeks Scopus untuk tahun 2018.

"Untuk tahun 2018 ini kita memang  targetkan minimal 400 jurnal yang terindeks Scopus di luar prosiding," ujarnya kepada Tribun Medan, Senin  sore (1/10/2018).

Untuk mencapai target tersebut, kata Syawal dirinya pun menerapkan sejumlah strategi. Ada tiga Program strategi yang sudah dirancangnya untuk meningkatkan jumlah dan kualitas penelitian di UNIMED.

Pertama, Pihaknya lebih dulu memetakan dosen-dosen yang sudah punya manuskrip untuk dikirim ke jurnal namun pernah ditolak hasil karyanya.

Menurutnya, para dosen tersebut akan difasilitasi agar ke depan karyanya dapat diterima.

"Seluruh jurnal yang baik bermula dari penelitian yang baik. Kita memetakan dosen-dosen yang sudah punya manuskrip untuk dikirim ke jurnal namun ditolak misalnya, itu kita fasilitasi supaya tidak lagi ditolak," ujarnya.

Kemudian langkah kedua yang dilakukannya adalah melatih Dosen yang sudah maupun belum punya penelitian sehingga tahu bagaimana membuat penelitian yang baik.

"Kedua, orang-orang yang sudah punya penelitian dilatih bagaimana menulis supaya bisa dimuat di jurnal. Karena menulis penelitian menjadi manuskrip perlu strategi juga," terangnya.

Untuk melatih para dosen UNIMED mengembangkan kemampuan risetnya, Prof Syawal mengatakan umumnya UNIMED mengundang para ahli maupun dosen yang berpengalaman dibidang riset dan jurnal terindeks Scopus.

Dengan begitu , setiap dosen akan dilatih bagaimana menghasilkan riset yang baik dan layak dimuat di jurnal terindeks Scopus.

"Kita juga mengundang para ahli untuk memberikan inspirasi, memberikan pelatihan pada dosen maupun Juga mengundang tim penilai/reviewer jurnal. Selain itu ada dosen dari perguruan tinggi lain yang punya jurnal banyak, tentu dia berpengalaman, itu kita undang," ungkapnya.

Kemudian strategi yang ketiga kata Syawal, pihaknya menyediakan dana untuk bidang riset. Dana tersebut, sambungnya tidak hanya diberikan pada dosen yang melakulan penelitian, tetapi juga memberikan insentif bagi dosen yang hasil risetnya berhasil dimuat di jurnal.

"Tentu kita menyiapkan sistem pendanaan dan juga insentif dosen yang melakukan riset dan bagi dosen yang jurnalnya berhasil dimuat. Terkait dana penelitian, yang pasti semua dosen dapat dana penelitian. Kalau jurnalnya dimuat atau terbit, dosen juga dapat insentif. Kalau kualitas jurnalnya itu baik bisa mencapai Rp 25 jutaan per dosen. Tergantung kelas jurnalnya," jelasnya.

Lewat strategi tersebut, Syawal berharap target yang direncanakan bisa tercapai.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved