Cerita Seleb

Deddy Corbuzier berkomentar alasan Psikologis Ratna Sarumpaet Berbohong

Deddy Corbuzier mengunggah sebuah video singkat yang berjudul 'Alasan Psikologis Ratna Sarumpaet Berbohong’.

tribunmedan
Deddy Corbuzier beri Komentar tentang Ratna Sarumpaet 

Gambar mungkin berisi: 2 orang, teks

tribun-medan.com - Fakta bahwa Ratna Sarumpaet bohong akhirnya terkuak pada konferensi pers yang ia gelar Rabu (3/10/2018) kemarin.

Ratna Sarumpaet mengaku luka lebam pada wajahnya bukan diakibatkan Ratna Sarumpaet dikeroyok, melainkan akibat operasi plastik.

Pengakuan Ratna Sarumpaet ini menjadi perbincangan khalayak ramai, tak terkecuali para figur publik yang ikut berkomentar atas kasus ini.

Presenter Deddy Corbuzier pun ikut berkomentar terhadap kasus Ratna Sarumpaet bohong dalam unggahan di kanal Youtube pribadinya Deddy Corbuzier pada Kamis (4/10/2018).

Dalam video tersebut, ia tak akan membahas sisi politis di balik kasus Ratna Sarumpaet bohong tersebut, tetapi ia menitikberatkan pada sisi psikologisnya.

Sebagai orang yang pernah mengenyam pendidikan di jurusan Psikologi, ia menyoroti latar belakang mengapa Ratna Sarumpaet bohong tentang kabar pengeroyokan yang diterimanya.

Deddy Corbuzier menyatakan seseorang berani melakukan kebohongan semata-semata karena ingin menjual rasa iba.

Unggahan Deddy Corbuzier di Youtube terkait Ratna Sarumpaet yang ketahuan bohong
Youtube.com/DeddyCorbuzier - Unggahan Deddy Corbuzier di Youtube terkait Ratna Sarumpaet yang ketahuan bohong

Hal ini ia ungkapkan karena masyarakat Indonesia sangat mudah untuk merasa iba kepada orang lain.

“Di Indonesia masih sangat dapat ketika iba itu dijual,” tutur sang mentalis dalam videonya.

Seperti diketahui, kasus seperti Ratna Sarumpaet bohong ini bukan kali pertama terjadi di Indonesia.

Sebelumnya, rapper Young Lex pernah mengunggah foto wajahnya yang babak belur diduga akibat dikeroyok oleh fans K-Pop.

Belakangan diketahui bahwa luka di wajah Young Lex tersebut semata-mata hasil dari riasan menyerupai luka lebam.

Kejadian ini secara langsung menunjukkan betapa mudahnya masyarakat Indonesia merasa iba kepada seseorang meskipun kasus yang menimpanya belum diketahui kebenarannya.

Dilansir Grid.ID dari Youtube, Deddy Corbuzier mengungkapkan rasa iba bisa berasal dari bermacam-macam alasan, mulai dari faktor waktu, usia, keadaan fisik yang lemah, maupun gender dari si korban.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved