MTQN XXVII
Bazar MTQ Nasional Diminati Peserta dan Masyarakat Sumut, Lihat Videonya. .
Pagelaran MTQ Nasional XXVII Sumatera Utara 2018 terus menarik minat masyarakat terutama para kafilah yang selesai bertanding
Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda Rizka S Nasution
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pagelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVII Sumatera Utara 2018 terus menarik minat masyarakat terutama para kafilah yang selesai bertanding.
Memanfaatkan waktu, mereka berjalan-jalan mengunjungi pemeran UKM di Gedung Serbaguna Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Jalan Williem Iskandar, Kota Medan.
Seperti halnya dua perempuan kafilah asal Jogjakarta yang ditemui Tribun Medan di stand Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Mereka adalah Syarifah Laili dan Jauhara Syahadati yang mengikuti lomba Kaligrafi Mushab dan Kotemporer.
“Soalnya kita kan habis lomba kemarin, udah tampil, jadi lega tinggal nunggu pengumuman. Ya keliling jalan-jalan liatin stan,” ungkap Syarifah.
Tonton video berbagai stan di MTQ XXVII;
Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV
Baca: Lomba Tilawah Tuna Netra, Peserta Diberi Waktu 9 Menit Lantunkan Ayat Alquran di MTQ Nasional
Baca: Masyarakat Histeris Sambut Kedatangan Jokowi di Arena MTQ Nasional
Baca: Juara Bertahan Qariah Asal Banten Ingin Pertahankan Prestasi di MTQ Nasional 2018
Keduanya mencoba pakaian adat Kaltara yang disediakan oleh penanggugjawab stand,
“bagus aja. Unik. Ada buku-bulunya ada topinya warna-warni,” terang Jauhara.
“Yang kaya gini kan gak ada di tempat kami, simplekan, buat posting di instagram dong,” tawa Syarifah menimpali.
Mereka juga mengapresiasi Stan Kaltara yang menggalang donasi untuk Palu.
“Ya senang di sini, dapat pengalaman, dapat teman banyak, biasa tahu daerah luar,” ujar Syarifah
Muncul ke Hadapan Publik Ini Harapan Sultan Deli Soal Pagelaran MTQ Nasional yang Dihadiri Jokowi
Edy Rahmayadi Terkejut Ada Pisang Raksasa di Pameran UKM MTQ Nasional
Pertama kali ke Medan, mereka mengaku baru menikmati makanan hotel dan belum sempat mencoba kuliner Medan lainnya.
“Agak beda sih makananya. Lidah Jogja dan Medan beda ya,” terang Jauhara
Di akhir wawancara, mereka memberikan harapan pada MTQ ke depannya,
“Semoga lebih maju dan bisa lebih berkembang, bisa mendidik yang berbakat. Kalau bisa kaya Asian dan Asian Para Games lebih bergengsi. Ada MTQ Internasional kan keren.”
(cr17/tribun-medan.com)
TONTON VIDEO LAINNYA;
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kafilah-asal-jogjakarta_20181009_151239.jpg)