Kisah Haru Pengantin Wanita Meratapi Pusara Tunangan pada Hari Pernikahan

Suatu ketika, Kendall mengejutkan Jessica dengan melamarnya sembari berlutut saat sedang berkeliling di Stadion Notre Dame.

Tayang:
Editor: Tariden Turnip
MANDI KNEPP/LOVING LIFE PHOTOGRAPHY
Jessica Padgett (25) seharusnya menikah dengan Kendall Murphy pada 29 September 2018. 

Gagasan untuk berpose dalam balutan gaun pengantin tadinya tidak terpikirkan oleh Jessica. Ide itu muncul saat pihak butik menelepon memberitahu gaunnya sudah jadi, sesaat setelah Kendall meninggal dunia.

"Awalnya saya tidak menginginkan gaun itu lagi. Impian untuk menikahi sahabat terbaik sudah pupus. Namun, orang tua saya sudah membayarnya sehingga kami memutuskan mengambilnya. Saat itulah gagasan itu muncul," kata Jessica.

Tanpa diketahui Jessica, calon mertuanya telah meminta juru foto untuk datang dan mengabadikan momen tersebut.

Jessica standing with family and friends

MANDI KNEEP/LOVING LIFE PHOTOGRAPHY

Foto-foto yang muncul menunjukkan kesedihan sekaligus kekuatan seorang perempuan dalam menghadapi duka.

"Perasaan saya hancur berantakan. Segala pikiran bermunculan di kepala, 'Saya sendirian tanpa pendamping, calon suami tidak ada bersama saya'."

"Ketika saya menatap ayah, saya tak tahan lagi. Saya berpikir saya takkan mendapat momen berdansa dengan ayah pada hari pernikahan," tutur Jessica.

Di tengah duka, tawa kebahagiaan juga muncul ke permukaan.

"Ada yang mengisahkan cerita konyol, yang membuat saya lega. Dan nyamuk-nyamuk di sana parah, saya digigiti! Itu salah satu yang kami tertawakan."

"Saya ingin memperlihatkan kekuatan saya. Saya harus berani untuk diri sendiri dan orang lain. Lagi pula, Kendall tidak akan muncul lagi." 

Jessica Padgett

Jessica Padgett, 25, bersimpuh di pusara calon suaminya/MANDI KNEEP/LOVING LIFE PHOTOGRAPHY.

Merayakan momen yang seharusnya menjadi hari pernikahannya, menjadi proses pemulihan bagi Jessica dan keluarganya.

Di antara hadirin terdapat sejumlah kolega Kendall dari Dinas Pemadam Kebakaran, mengingat mendiang pernah menjadi relawan sebelum meninggal akibat kecelakaan.

"Saya bilang ke mereka, jangan khawatir jika tidak datang. Saya tahu pria-pria bagaimana, biasanya telat datang ke acara pernikahan karena mereka tidak mau hadir.

"Namun saya dapat kejutan. Semua pria berdiri pada posisi yang sudah dirancang sebelumnya jika hari ini pernikahan digelar di gereja. Saya kaget mereka menyempatkan datang dan cukup peduli pada saya."

Sumber: bbc
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved