Breaking News

Gempa Donggala dan Tsunami Palu

Akhirnya Terungkap Asal Kekuatan Tsunami Palu hingga Tanah Mencair, Simak Temuan Berikut Ini!

Kapal TNI AL, KRI Spica-934 menemukan adanya longsoran dasar laut di perairan teluk Palu

Editor: AbdiTumanggor
Tribun Timur/SANOVRA JR
Kondisi Kota Palu pascaditerjang tsunami dan diterjang gempa bumi, Sabtu (29/9/2019) lalu. 

Wilayah Indonesia sangat berpotensi terjadi gempa bumi karena posisinya yang berada di pertemuan tiga lempeng utama dunia, yaitu Eurasia, Indoaustralia dan Pasifik.

Tsunami Palu

Selain berada di antara lempeng-lempeng utama dunia, posisi Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yaitu daerah 'tapal kuda' sepanjang 40.000 km yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik.

Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi dan 81% dari gempa bumi terbesar terjadi di sepanjang Cincin Api ini.

Peta Ring of Fire
Sumber: USGS

Apa yang menyebabkan tsunami?

Bagaimana bisa kenaikan permukaan laut setinggi 6cm, yang dideteksi BMKG setelah gempa, bisa membentuk gelombang setinggi 6 meter? Itu karena bentuk Teluk Palu.

Wujudnya yang panjang dan menyempit menyebabkan kecepatan dan tinggi gelombang semakin bertambah saat menuju Kota Palu.

Map of Palu bay

Saat pertama menerjang, tsunami merontokkan Jembatan Ponulele yang menghubungkan Palu Timur dan Palu Barat.

Mengambil nama mantan Gubernur Sulawesi Tengah, Aminuddin Ponulele, jembatan kuning itu merupakan ikon Kota Palu.

Kini, sebagian jembatan tersebut roboh dan tenggelam.

Damaged bridgeGETTY IMAGES

Gelombang tsunami menerjang bagian ujung Teluk Palu, kawasan yang paling banyak dihuni penduduk di Kota Palu dan seluruh Sulawesi Tengah.

Berdasarkan data statistik Pemkot Palu, ada 374.000 yang tercatat bermukim di kota tersebut pada 2016.

PaluSATELLITE IMAGE ©2018 DIGITALGLOBE, A MAXAR COMPAN

Tayangan video yang diambil dari Palu Grand Mall menggunakan sebuah telepon seluler, memperlihatkan air di tepi pantai surut beberapa meter menuju lautan lepas.

Beberapa menit kemudian, air keruh mengelilingi kawasan tersebut seraya menyeret mobil dan pohon.

Gelombang tsunami juga melahap seluruh desa-desa nelayan serta sebagian besar infrastruktur.

Saat artikel ini ditulis, jumlah korban meninggal dunia mencapai 2.073 orang.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved