Pengungsi Banjir Bandang di Madina Terpaksa Tidur Berdesakan

Banjir bandang yang menerjang Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyisakan duka bagi warga

Tayang:
Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/HO
Desa Sikara-kara IV Madina, Terisolir Pascabanjir Bandang. 

MADINA,TRIBUN-Banjir bandang yang menerjang Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyisakan duka bagi warga.

Selain kehilangan harta benda dan rumah yang tergenang banjir, warga terpaksa mengungsi ke tempat yang aman.

Saat ini, pemerintah setempat membawa 284 warga ke Balai Naposo Nauli Bulung, Kelurahan Hutagodang, Kecamatan Ulu Pungkut.

"Di sini tempat yang aman. Setelah kejadian, warga langsung kami bawa mengungsi kemari," kata Camat Ulu Pungkut, Johan Lubis, Minggu (14/10).

Di lokasi pengungsian, warga terlihat ada yang duduk dan berbaring di tengah maupun sudut ruangan.

Baik muda, maupun tua menjadi satu. Melihat kondisi yang begitu padat, para pengungsi ini terpaksa tidur berdesakan.

Baca: Tasya Sempat Terhempas, Kesaksian Korban Selamat Banjir Bandang Desa Muara Saladi Mandailing Natal

Selain karena ruang yang terbatas, keberadaan barang-barang milik warga juga membuat lokasi pengungsian semakin sempit.

Menurut Johan, rencananya warga tidur beralaskan tikar seadanya.

Para pengungsi membutuhkan tempat tidur dan selimut, untuk mengusir dinginnya udara di malam hari.

"Tikar dan sarung sangat dibutuhkan masyarakat saat ini," katanya.

Salah satu pengungsi bernama Imbalo Batubara (40) mengatakan, ia sudah ikhlas kehilangan anaknya bernama Ahmad Alfi Syahrin Batubara (8).

Katanya, anaknya itu merupakan satu dari 12 pelajar madrasah yang hilang diterjang banjir bandang.

"Saya tidak punya firasat apapun sebelumnya. Apalagi, anak saya ini tidak menunjukkan gelagat aneh," ungkap Imbalo, dengan kedua mata berkaca-kaca.

Baca: Lihat Cara Edy Rahmayadi Menyemangati Korban Banjir Bandang, hingga Janji Tidur di Posko Pengungsi

Menurut Imbalo, ketika banjir menerjang madrasah tempat anaknya menuntut ilmu, dirinya tengah berada di warung kopi.

Ia mendapat kabar dari kerabat dan tetangga yang menyaksikan peristiwa ini.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved