PT TPL Rusak Hulu Sungai Hutan Adat dan Satpam Berbadan Tegap Cegat Warga yang Memfoto Lokasi

Pengurus AMAN berserta beberapa warga dan pengurus lembaga Adat, dicegat satpam di portal/palang Simpang Aek Nauli

PT TPL Rusak Hulu Sungai Hutan Adat dan Satpam Berbadan Tegap Cegat Warga yang Memfoto Lokasi
Istimewa
Alat berat tampak menumpuk kayu alam di tepian sungai dekat kawasan hutan adat Sihaporas yang dirambah PT TPL 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, SIHAPORAS- Bekas pembabatan hutan oleh PT Toba Pulp Lestari (TPL) di tepian/sempadan Sungai di Nagori/Desa Sihaporas Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun mengakibatkan eksosistem rusak, Senin (15/10/2018). 

Lokasi penebangan itu tepatnya di Siholiholi, bekas onan atau Pasar Tradisional Siholiholi yang juga di arealnya hutan adat Warga Sihaporas keturunan Ompu Mamontang Laut.

Roganda Simanjuntak, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak mengatakan warga keberatan dengan tindakan PT TPL. Kegiatan penebangan hutan tersebut sudah merugikan masyarakat sekitar.

Hal itu dibenarkan Judin Ambarita Ketua Lembaga Masyarakat Adat Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras). Disebutnya, kerusakan mencakup beberapa aspek. 

Mulai dari pencemaran air minum di hulu sungai Sihaporas hingga tempat ritual warga yang tak lagi terpakai.

"Kualitas air minum yang biasa jernih, hari-hari ini menjadi keruh berlumpur, kotor seperti warna air susu," ujar Judin.

Berita ini diperbarui, Selasa (16/10/2018). 

Direktur PT Toba Pulp Lestari (TP)L Mulia Nauli melalui siaran persnya yang diterima Tribun-Medan.com, Selasa (16/10/2018) mengatakan, tidak benar terjadi pengadangan terhadap warga di portal Aek Nauli.

 12 Korban Jiwa Disapu Banjir Bandang, 22 Unit Rumah Desa Muara Saladi Akan Direlokasi

Evi Agus Andrianto Minta Bhayangkari Polres Madina Hibur Anak Korban Banjir

Hutan Adat Sihaporas dirambah PT TPL
Hulu sungai di kawasan hutan adat Sihaporas dirambah  (Hand-over/AMAN Tano Batak)

Selain itu, mereka menduga terjadi pencemaran air minum oleh racun kebun eukaliptus. Sebab penyemprotan pada gulma/rumput di bawah eukaliptus menggunakan roundap dengan takaran yang cukup banyak.

Halaman
1234
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved