Hanum Rais Dilaporkan ke PDGI, Sandiaga Uno Bilang Jangan Semua Dibawa ke Ranah Politik

"Bersatu aja kita belum, tentu berdaya saing apalagi, kalau terpecah belah," kata Sandiaga Uno.

Tayang:
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Sandiaga Uno - Profil Cawapres. (Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan) 

"Saya ingin kita punya fokus mempersatukan kampanye ini jangan terlalu memecah-belah jadi tentunya kewenangan itu ada di masing-masing organisasi. Tapi saya berharap jangan semua kegiatan itu terpolitisasi. Kita life need to move on as usual,"

Sandiaga Uno, Cawapres RI Nomor Urut 02

TRIBUN-MEDAN.com - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menanggapi Hanum Rais yang terancam sanksi akibat dilaporkan ke Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) terkait hoaks Ratna Sarumpaet.

Sandiaga ingin semua tidak dikaitkan dengan masalah politik.

"Saya ingin kita punya fokus mempersatukan kampanye ini jangan terlalu memecah-belah jadi tentunya kewenangan itu ada di masing-masing organisasi. Tapi saya berharap jangan semua kegiatan itu terpolitisasi. Kita life need to move on as usual," ujar Sandiaga di Komplek PJMI, Jurang Mangu Timur, Tangerang Selatan Sabtu (20/10/2018).

Namun, menurutnya kejadian yang dilakukan Ratna Sarumpaet dan musibah yang menimpa Hanum Rais harus menjadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia, bukan diperbesar yang nantinya akan menimbulkan perpecahan di masyarakat.

"Kalau semuanya dibawa ke ranah politik semua, (masyarakat) akan terpecah belah. Saya enggak memiliki kompetensi, saya tidak ingin berkomentar tapi saya harapkan kita lebih dingin. Bersatu aja kita belum, tentu berdaya saing apalagi, kalau terpecah belah," jelas Sandi.

Pasalnya, Hanum dalam tweet nya dinilai telah menjustifikasi kebenaran penganiayaan Ratna Sarumpaet karena mengaku telah memeriksa dan meraba luka di wajah Ratna. (*)

Hanum rais dan Ratna Sarumpaet
Hanum rais dan Ratna Sarumpaet (kolase/tribun jateng)

Hanum Rais: Saya Dokter Gigi

Anak Amien Rais, Hanum Rais, angkat suara pasca dirinya dilaporkan sebagai orang yang turut menyebarkan berita hoaks Ratna Sarumpaet.

Dilansir TribunWow.com dari tayangan Kabar Petang, Hanum Rais yang memiliki dasar ilmu kedokteran mengaku jika ia tidak mengetahui luka yang ada pada wajah Ratna itu merupakan bekas operasi, Sabtu (6/10/2018).

Mulanya, pembawa acara tersebut menanyakan apakah Hanum tidak melihat adanya kejanggalan ketika bertemu langsung dengan Ratna.

"Mbak Hanum kan latar belakangnya sekolah kedokteran, apakah Mba Hanum ketika melihat langsung Ibu Ratna Sarumpaet ini tidak melihat ada kejanggalan, Mba Hanum juga sempat memposting tweet yang soal luka-luka itu?," tanya pembawa acara pada anak Dewan Kehormatan PAN itu.

Hanum pun menjawab ia tidak melihat adanya kejanggalan pada luka Ratna dan mempercayai bahwa Ratna adalah korban pemukulan.

"Jadi saat saya bertemu beliau dia berbicara banyak soal luka-luka dia, di belakang kuping ada robekan, ketika cipika cipiki (berciuman pipi) dia juga seperti menahan sakit karena ada perban.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved