Tak Lolos Seleksi Administrasi, Pelamar CPNS Pertanyakan Transparansi Panitia

Sejumlah pelamar CPNS 2018 yang tidak lolos seleksi administrasi melakukan protes di kantor Badan Kepegawaian Daerah

Penulis: Liska Rahayu |
TRIBUN MEDAN/Liska Rahayu
Para pelamar CPNS 2018 yang tidak lolos administrasi menggruduk kantor BKDPSDM Kota Medan, Senin (22/10/2018). Mereka mempertanyakan mengapa tidak lolos, padahal sudah sesuai syarat. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Liska Rahayu

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah pelamar CPNS 2018 yang tidak lolos seleksi administrasi melakukan protes di kantor Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan.

Mereka protes karena berkas mereka tidak lolos seleksi, padahal sudah sesuai dengan syarat yang ditentukan.

Seorang pelamar CPNS 2018 Debi Yuliana Sinaga mempertanyakan mengapa dirinya tidak lolos, padahal dokumen yang diunggah sudah sesuai dengan persyaratan yang tertera.

"Kenapa tidak lulus? Padahal sudah sesuai dokumen. Syarat-syaratnya fotokopi dileges, fotokopi ijazah dileges, tapi enggak lulus," katanya, Senin (22/10/2018).

Ia mengatakan, yang menyebabkan dirinya tidak lolos seleksi administrasi karena dalam persyaratan disebut harus menyertakan STR (Surat Tanda Registrasi).

Padahal, STR hanya untuk kesehatan, dokter dan lainnya. Sementara Pendidikan, Hukum dan yang lainnya tidak memiliki STR.

"Kami jurusan pendidikan, dimintai ijazah ya ijazah pendidikan kami. Masa katanya disertakan STR. Sementara STR itu untuk kesehatan," imbuhnya.

Debi mengatakan, selama upload berkas dan membuat akun dirinya tidak menemui hambatan. Semuanya berlancar lancar. Namun saat pengumuman, dirinya malah dinyatakan tidak lolos karena tidak menyertakan STR.

"Apakah sudah disediakan satu bangku untuk saudaranya makanya kami enggak lulus?" katanya.

Senada dengan Debi, pelamar CPNS 2018 yang tidak lolos administrasi Ina Maulina mengatakan, dirinya sudah mengirimkan berkas sesuai yang tercantum di persyaratan.

"Katanya enggak lulus karena masalah ijazah. Padahal kemarin pas ngirim sudah terverifikasi," kata dia.

Selain Ina dan Debi, pelamar lain yang tak lolos juga mempermasalahkan hal yang sama. Mereka yang berasal dari S1 Pendidikan, harus tidak lolos karena tidak menyertakan STR. Padahal sudah jelas disebutkan, STR hanya untuk jurusan kesehatan.

"Sementara kami jurusan S1 Agama Islam. Mereka minta ijazah STR. Enggak masalah kami enggak lulus, asal ini berjalan dengan transparansi," ujar salah seorang di antara mereka.

"Aneh. Hasil verifikasinya enggak sesuai. Ada lagi masalahnya, udah diupload diminta lagi upload," imbuh mereka.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved