Breaking News

Kodim 0201/BS Gelar Silaturahmi Bersama Umat Islam Kota Medan

Kolonel Inf Yuda Rismansyah mengatakan kegiatan ini merupakan upaya untuk menjaga dan menguatkan persatuan umat Islam khususnya di Medan.

Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN MEDAN/HO
Suasana silaturahmi di Kodim 0201/BS bersama umat Islam Kota Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komandan Kodim 0201/BS Kolonel Inf Yuda Rismansyah memimpin kegiatan silaturahmi bersama umat Islam di Aula Makodim 0201/BS Jalan Pengadilan Medan, Kamis (25/10/2018).

Hal itu dilakukan, terkait merebaknya isu yang tengah menghangat saat ini. Giat ini bertujuan menguatkan persatuan umat Islam dengan melawan segala bentuk provokasi.

Dalam acara silaturahmi ini, dihadiri sekitar 80 ulama dan perwakilan Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam dari MUI Medan, FPI Medan, Laskar FUI, KAMMI, MMI, PD Al-Washliyah, BKMI, LDII, PC NU, BKMT, Somasi Ulama, DPD BKPRMI yang berkedudukan di Kota Medan lalu GNPF Ulama Sumut serta sejumlah perwakilan pondok pesantren yaitu Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dan Pesantren Al-Kautsar.

Dandim 0201/BS Kolonel Inf Yuda Rismansyah mengatakan kegiatan ini merupakan upaya untuk menjaga dan menguatkan persatuan umat Islam khususnya di Medan.

Salah satunya dengan upaya menghindari dan melawan segala bentuk provokasi yang terjadi di Indonesia.

"Kita mengadakan silaturahmi bersama para ulama, untuk memperkuat dan menguatkan persatuan umat Islam agar terhindar dari provokasi dengan segala bentuk isu yang dapat mengancam persatuan," kata Yuda, Kamis (25/10/2018)

Ia menilai, Islam di Kota Medan kuat yang ditandai dengan kerukunan yang terus terjaga walau dengan kemajemukan dengan banyaknya keragaman suku dan agama yang ada di dalam masyarakatnya.

"Yang saya senangi di Kota Medan ini adalah Islamnya sudah kuat, sehingga di Kota Medan kerukunan terus terjaga," ujarnya.

Yuda menjelaskan, bahwa di zaman Rasulullah, media sosial belum ada sama sekali seperti sekarang, namun tetap saja aktivitas fitnah sudah ada di masa itu. Apalagi di zaman penuh teknologi seperti sekarang ini. Tentunya potensi aktivitas fitnah semakin banyak.

"Apabila kita tidak pandai-pandai menyaring informasi maka akan terjadi perpecahan di NKRI," ucap Yuda.

Lanjut, Yuda juga menyampaikan perjalanan para wali dan ulama terdahulu yang dengan susah payah dalam mendirikan NKRI. Hal ini yang ditandai perjalanan panjang terbentuknya organisasi Islam modern pertama di Indonesia yaitu Muhammadiyah dan disusul dengan Nahdlatul Ulama.

Dandim juga menceritakan tentang peran para ulama dan TNI dalam mempertahankan keutuhan NKRI dari para pemberontak yang ingin merubah ideologi Pancasila yang berpuluh tahun digunakan sebagai landasan bernegara dan ideologi bangsa.

Ia juga menyampaikan selain provokasi dan isu SARA, juga terdapat masalah besar lain yang menjadi musuh negara.

"Permasalahan narkoba juga saat ini sangat mengkhawatirkan khususnya di Kota Medan. Ini bukan suatu hal yang biasa namun dapat merupakan setingan dari negara lain karena sejarah sudah membuktikan betapa suatu negara dapat hancur karena perang candu, peredaran narkoba yang saat ini merupakan salah satu dari bentuk perang proxy war," jelas Yuda.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved