Kadishub Sumut Muhammad Zein: 2020 akan Ada LRT Mebidangro Berbiaya Rp 19 Triliun

Saat ini sudah selesai survei dan studi, dan akan segera proses lelang atau kontrak yang akan dilakukan beberapa waktu ke depan.

Tayang:
Penulis: Satia |
TRIBUN MEDAN/SATIA
Pembukaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Sektor Perhubungan Tahun 2018 di Hotel Grand Kanaya, Medan, Senin (29/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Satia

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Provinsi Sumatera kini tengah dalam pengembangan transportasi, baik darat, laut hingga udara. Akan ada penambahan armada atau pula penambahan jalur-jalur.

Satu di antaranya yang akan dikembangkan dalam dunia tranportasi adalah Light Rail Transit (LRT) untuk beberapa tempat di Kota Medan hingga kabupaten lainnya di Sumatera Utara.

Kepala Dinas Perhubungan Sumut Muhammad Zein Siregar mengatakan, akan ada pengembangan pada dunia tranportasi di Sumut dan juga penambahan rute-rute baru pada jalur yang sudah ada sebelumnya.

"Akan ada pembangunan kereta api ringan (LRT) Mebidangro (Medan-Binjai-Deliserdang-Karo). Jalur juga akan merambah sampai ke Parapat dan Karo pada kereta api. Saat ini sudah selesai tahap survei dan studi, dan akan segera proses lelang atau kontrak yang akan dilakukan beberapa waktu ke depan," ucap Muhamad Zein Siregar saat diwawancarai Tribun Medan usai Pembukaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Sektor Perhubungan Tahun 2018 di Hotel Grand Kanaya, Medan, Senin (29/10/2018).

Jalur-jalur yang akan dilalui LRT, selain memanfaatkan yang sudah ada, kata Zein, akan ditambah jalur baru.

Jalur baru yang diaktifkan misalnya jalur Pancur Batu hingga Karo.

LRT Mebidangro akan beroperasi langsung ke stasiun pusat, yaitu di Lapangan Merdeka, Medan.

Menurut Zein, pada awal 2019, perihal ini akan langsung dibahas, untuk penentuan siapa yang akan memenangkan lelang atau kontrak dalam hal pembangunan LRT Mebidangro.

"Nanti pada 2019 baru akan dilakukan kelanjutannya, dan siapa yang akan memenangkan lelang atau kontrak dari pembangunan jalur tersebut. Saat ini ada tiga perusahaan dari tiga negara yang bersedia menjadi investor, yaitu dari Korea, Jepang, dan China," kata dia.

Pria berkacamata ini mengatakan, seluruh biaya yang diperkirakan Rp 19 Triliun dalam pembangunan LRT Mebidangro ini berasal dari swasta atau investor, bukan dari APBD maupun APBN.

Bila semua berjalan lancar sesuai tahapan, Zein optimistis, proses pembangunan LRT akan selesai pada 2020.

"Kontraknya operasional selama 30 tahun dikelola investor, setelah selesai maka aset tersebut menjadi milik pemerintah," ucapnya.

Sebelumnya, Asisten I/Pemerintahan Setdaprov Sumut Jumsadi Damanik mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi membuka secara resmi Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Sektor Perhubungan Tahun 2018.

“Dalam rangka mewujudkan sinkronisasi dan sinergitas unsur pemangku kepentingan terkait dalam perencanaan kebijakan sektor transportasi, maka dibutuhkan kesamaan pola pikir dan pola tindak dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan sektor transportasi di suatu daerah,” katanya.

Rapat ini digelar, untuk mengetahui permasalahan transportasi yang terjadi di Sumut, baik terminal, dermaga dan pelabuhan, hingga jembatan timbang. Lalu juga akan membahas bagaimana tentang dunia penerbangan. Kemudian mencari solusi agar dapat menyambar terjadi kecelakaan para dunia tranportasi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved