Bayi Meninggal Akibat Popok Tak Diganti 14 Hari, Sampai Jadi Hunian Binatang

Bayi malang tersebut meninggal akibat ruam popok yang parah. Orangtuanya tidak mengganti popok bayinya selama 14 hari.

Tayang:
Ilustrasi. 

TRIBUN-MEDAN.com-Kehadiran seorang bayi di dalam keluarga merupakan pelengkap dan menambah keceriaan.

Sudah kewajiban orangtua untuk melakukan hal yang terbaik untuk anak bayinya.

Mulai dari dalam hal makanan terbaik, kebahagiaan, fasilitas, hingga kebersihan bayi perlu ditangani orangtua.

Namun, di Amerika Serikat terdapat sepasang orangtua yang lalai menjaga anak kandungnya sendiri.

Dikutip dari People, seorang bayi berusia 4 bulan bernama Sterling Koehn meninggal dunia pada Agustus 2017 lalu.

Bayi malang tersebut meninggal akibat ruam popok yang parah. Orangtuanya tidak mengganti popok bayinya selama 14 hari.

Ayah Sterling yang bernama Zachary Koehn (28) dan ibunya yang bernama Cheyanne Haris (21) meninggalkannya di sebuah ayunan bayi. 

Zachary dan Cheyanne menemukan anaknya sudah tak bernyawa di atas ayunan bayi, setelah keduanya meninggalkan bayinya di ayunan selama 14 hari.

Akibat kasus tersebut, pihak kepolisian menangkap orangtua Sterling.

Orangtua Starling kemudian menjalani serangkaian persidangan.

Zachary dan Cheyanne menjalani persidangan terpisah. Sang ayah dituding telah melakukan pembunuhan serta telah membahayakan anak-anak dan ibunya.

Sedangkan sang ibu dituding lalai sehingga membuat anaknya meninggal.

Jaksa mengatakan bahwa popok yang tak diganti selama 14 hari tersebut sangat kotor sehingga menarik perhatian lalat.

Lalat-lalat tersebut meninggalkan telur yang kemudian menetas menjadi belatung.

Popok Sterling yang dipenuhi belatung membuat kulit bayi malang tersebut mengalami luka terbuka.

Luka terbuka tersebut membuat bakteri masuk ke aliran darah bayi.

Sumber: Nakita
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved