Greenpeace Sebut Minyak Sawit Wilmar 'Kotor' dan Minta Produsen Biskuit Oreo tak Membelinya

Sukarelawan Greenpeace International dari Indonesia, Jerman, Inggris, Prancis, Kanada dan Amerika Serikat menaiki kapal tersebut guna melakukan protes

Editor: Tariden Turnip
GREENPEACE/JEREMY SUTTON-HIBBERT
Aktivis Greenpeace sebelum ditahan di atas kapal kargo yang membawa muatan kelapa sawit dari Wilmar International. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Enam aktivis Greenpeace, termasuk satu dari Indonesia, ditahan kapten kapal tanker Stolt Tenacity di Cadiz, Spanyol, karena memprotes muatan produk minyak kelapa sawit dari Wilmar International yang dituding berasal dari lahan perusak hutan.

Sukarelawan Greenpeace International dari Indonesia, Jerman, Inggris, Prancis, Kanada dan Amerika Serikat menaiki kapal tersebut guna melakukan protes damai atas dampak sawit terhadap perusakan hutan hujan di Indonesia.

Wilmar International merupakan produsen dan distributor minyak kelapa sawit terbesar di dunia, yang produknya dituding berasal dari perusakan lahan hutan, atau yang juga disebut 'minyak sawit kotor'.

Kapal kargo Stolt Tenacity membawa 'minyak sawit kotor' dari Indonesia ke Eropa.

Kapal sepanjang 185 meter ini membawa produk minyak sawit dari salah satu atau kedua kilang Wilmar di Dumai, Sumatera.

Update Kasus Baiq Nuril, Kronologi Rekaman Percakapan Mesum Tersebar, Kepsek Bahas Hubungan Badan

Jurnalis Jamal Khashoggi Dimutilasi 15 Orang Sambil Diperdengarkan Musik di Konsulat Arab Saudi

Udar Fakta Fiki Alman, Pria yang Ada Bersama Angel Lelga saat Penggerebekan

Cukup Gunakan Kapur Barus, Rambut Beruban Bisa dengan Mudah Diatasi, Begini Cara Membuat Ramuannya

Viral, Wanita Mengaku Tertular HIV saat Melakukan Facial, Kisahnya jadi Pembelajaran

Miliki Cara Tak Biasa untuk Menunjukkan Perasaannya, 5 Zodiak Ini Terkadang Bikin Salah Paham

Napak Tilas Kisah Via Vallen, Sebelum Jadi Miliarder Pernah Ngamen dan Ditangkap Satpol PP

Protes damai
Aktivis Greenpeace menaiki kapal secara damai di Teluk Cadiz, dekat Spanyol.

Namun setelah berada di kapal, mereka kemudian ditahan di salah satu kabin, usai membentangkan spanduk bertuliskan "Save Our Rainforests" atau ``Selamatkan Hutan Hujan Kami'' dan "Drop Dirty Palm Oil" atau ``Hapuskan Minyak Sawit Kotor".

Padahal, sebelumnya kapten kapal telah diberitahu mengenai aksi protes damai tersebut melalui radio.

"Komunikasi kami dengan sukarelawan dibatasi dan kami telah meminta kapten kapal untuk membebaskan mereka sehingga mereka dapat terus melakukan protes damai terhadap perusahaan seperti Wilmar yang mengirimkan minyak sawit dari perusak lahan hutan ke supermarket dan rumah kami," kata Hannah Martin, juru kampanye Greenpeace, dalam keterangan pers yang diterima BBC News Indonesia.

Aktivis <a href='https://medan.tribunnews.com/tag/greenpeace' title='Greenpeace'>Greenpeace</a> di Stolt Tenacity.

Aktivis Greenpeace asal Indonesia, Jerman, Inggris, Prancis, Kanada dan Amerika Serikat, menaiki kapal Stolt Tenacity untuk melakukan protes damai, namun kemudian ditahan di dalam salah satu kabin oleh kapten kapal./GREENPEACE/JEREMY SUTTON-HIBBERT

Wilmar adalah pemasok utama raksasa makanan ringan global Mondelez, yang menggunakan minyak sawit di banyak produknya, termasuk biskuit Oreo, Ritz dan cokelat Cadbury.

Greenpeace International melalui investigasi terbarunya, menyatakan bahwa pemasok minyak sawit Mondelez telah menghancurkan 70.000 hektar hutan hujan di seluruh Asia Tenggara dalam dua tahun, termasuk di Indonesia, selain juga tedapat bukti adanya pekerja anak, eksploitasi pekerja, penebangan ilegal, kebakaran hutan dan perampasan tanah.

Ingin Menghemat Kuota Internetmu? Lakukan 5 Cara Berikut Ini

Ragam Zodiak yang Bisa Jadi Teman Bermuka Dua, Diam-diam Menusukmu dari Belakang

Kisah Ustaz Abdul Somad Kerja Nyambi kala Kuliah di Mesir, Emak: Berapa Utang Kau di Kairo?

Kini Kaya Raya dan Punya Rumah Mewah, Beginilah Penampakan Kontrakan Sederhana Denny Cagur Dulu

7 Kebiasaan Sepele dalam Kehidupan Sehari-hari yang Membuat Smartphone Mudah Rusak

Menilik Kerajaan Bisnis Keluarga Artis The Sungkar, Menyaingi Ketajiran Raffi Ahmad

Hotman Paris Ungkap Ritual Khusus Istri Tiap Pagi yang Bikin Dirinya Susah Berpaling

Greenpeace meminta Mondelez memutus Wilmar sebagai produsen, hingga terbukti minyak sawit mereka berasal dari produsen yang tidak menghancurkan hutan hujan atau mengeksploitasi pekerjanya.

"Minyak sawit dapat diproduksi tanpa merusak hutan kita. Sekarang saatnya bagi Mondelez, produsen Oreo, untuk memutus Wilmar sebagai produsen hingga terbukti minyak sawit mereka bersih," ujar Kiki Taufik, juru bicara Greenpeace.

Minyak kelapa sawit digunakan dalam banyak produk, mulai dari make up sampai makanan ringan. Wilmar adalah pemasok Mondelez, perusahaan pembuat biskuit Oreo dan cokelat Cadbury.

Orangutan Tapanuli merupakan spesies ketiga setelah Borneo dan Sumatra.
Orangutan Tapanuli merupakan spesies ketiga setelah Borneo dan Sumatra. ()
Sumber: bbc
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved