Pilpres 2019

Bantahan Prabowo Janji Gaji Guru Rp 20 Juta, Komentar Mardani Ali Sera hingga Sandiaga Uno

Calon Presiden Prabowo Subianto membantah janji kenaikan gaji guru hingga Rp 20 juta jika terpilih dalam Pilpres 2019.

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Bantahan Prabowo Janji Gaji Guru Rp 20 Juta, Komentar Mardani Ali Sera hingga Sandiaga Uno 

"Kalau gaji guru Rp 20 juta nanti orang-orang di seluruh dunia datang ngajar anak-anak kita," kata Mardani.

Baca: Masih Ingat Kiki Fatmala, Sinetron Horor Mariam Si Manis Jembatan Ancol 2 Gini Penampilannya

Sementara itu, Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengungkapkan pernyataan Mardani sebetulnya untuk meningkatkan kesejahteraan para guru.

“Kita buat pekerjaan guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa itu mendapatkan kompensasi yang layak dan dengan begitu kita bisa menarik talenta terbaik ke bidang pendidikan,” ujarnya.

Sandi menilai, mengenai angka Rp 20 juta, gaji guru PNS di DKI Jakarta dengan tunjangan, sertifikasi sudah mendapatkan penghasilan yang cukup layak.

“Saya ingin garis bawahi apa yang diungkapkan pak Mardani Ali Sera itu sebagai salah satu pemikiran kita bagaimana meningkatkan kesejahteraan guru, bagaimana guru-guru honorer sekarang kita tingkatkan kepastian daripada status mereka,” tukasnya. 

Sindiran Menkeu Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani ((Iwan Supriyatna/Kompas.com))

Menteri Keuangan Sri Mulyani menanggapi usulan kenaikan gaji guru hingga Rp 20 juta yang dilontarkan oleh tim pemenangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno.  

Menurut perempuan yang kerap disapa Ani itu, ide atau usulan boleh-boleh saja. Namun ada baiknya pengusul menghitung lebih dulu jumlah guru dan ketersediaan anggaran di APBN.

"Kalau ada ide, ya ada baiknya dihitung (dulu), berapa jumlah guru, berapa jumlah anggarannya, dan apakah kebutuhan anggaran itu akan dipenuhi dari sumber mana," ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Dari sisi anggaran kata dia, anggaran pendidikan sebesar Rp 492 triliun pada 2019. Anggaran itu untuk gaji, tunjangan profesi guru dan anggaran yang dialokasikan ke daerah, termasuk BOS yang sudah mencapai Rp 117 triliun.

Sri Mulyani menilai, semua pihak memiliki pandangan yang sama yakni perlunya memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Hal itu penting dilakukan untuk meringankan kualitas sumberdaya manusia Indonesia.

Namun peningkatkan kualitas pendidikan itu bisa dilihat dari berbagai hal, tak hanya kenaikan gaji guru yang dratis.

"Apakah itu dilihat dari sisi hasil pendidikannya, atau dari sisi gurunya, atau fasilitas, dan juga jangan lupa untuk ini, termasuk salah satu bidang yang sudah didelegasikan ke daerah, jadi peran dari pemerintah daerah menjadi penting," kata dia.

Ia juga mengatakan, dari sektor pendidikan sendiri, Kemendikbud sudah menyampaikan berbagai program, tinggal dilihat apakah itu hal yang akan diperbaiki atau tidak.

"Jadi perlu untuk dilihat secara keseluruhan, tapi spirit untuk memperbaiki pendidikan saya rasa itu semua juga sama," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved