Bermain dan Ceria di Rumah Ceria Medan

Berawal dari kecintaannya kepada anak-anak, Yuli Yanika mendirikan Rumah Ceria Medan sebagai sanggar

Tribun-Medan/HO
Anak-anak Rumah Ceria Medan bermain bersama di sanggar Jalan Bunga Teratai Kota Medan. Mereka biasa menghabiskan waktu Sabtu sore dengan bermain bersama. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda Rizka S Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Berawal dari kecintaannya kepada anak-anak, Yuli Yanika mendirikan Rumah Ceria Medan sebagai sanggar untuk anak-anak bermain. 

Alasannya sederhana, ia ingin anak-anak mendapatkan waktu bermain khusus dan tidak terpaparkan gawai terus menerus. 

"Sanggar ini ide dari teman-teman semua yang punya jiwa sosial. Anak-anak itu kasihan. Ada yang tidak tahu main ke mana. Dan ada yang tidak ada temannya," ujar penanggungjawab relawan Rozzaq Sanjaya.

Rumah Ceria Medan juga menjadi wadah bermain bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sekira 10 anak down syndrome menjadi bagian dari mereka.

"Kita enggak bisa membawa mereka berobat. Tetapi, kita bisa menjadi teman mengobrol mereka," lanjut laki-laki yang akrab disapa Ozzaq ini.

Ozzaq bercerita, anak-anak berkebutuhan khusus tersebut seringkali dijauhi sehingga tidak punya teman. Namun, kini, mereka sudah bisa bersosialisasi.

"Kita juga memberi mereka terapi. Setiap minggunya ada relawan yang datang ke rumah satu diantara mereka," lanjutnya.

Sanggar Rumah Ceria Medan terletak di Jalan Bunga Teratai, Padang Bulan Selayang II, Medan Selayang, Kota Medan. Sanggar ini berkegiatan pada setiap Sabtu mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

"Kita alhamdulillah ada mendapatkan buku dari teman-teman. Jadi biasanya kita ajak anak-anak membaca. Kita ajarkan juga belajar Bahasa Inggris, menari dan fotografi," ungkap Ozzaq.

Anak-anak sanggar terkadang mengerjakan tugas sekolah bersama dibantu oleh para relawan. Relawan juga suka mendongengkan cerita dan mereka juga diajak membuat beragam kreasi mainan.

"Ada anak yang nangis dimarahin orangtuanya, kita ajak main. Pokoknya semua yang di rumah ceria harus ceria lah," tuturnya.

Ozzaq sendiri mengaku kagum pada perkembangan anak-anak yang berada di sanggar mereka, "Mereka diajarin moral dan akhlak juga. Jadi, sekarang lebib sopan. Ya, nakalnya anak-anak biasalah. Kita juga enggak paksain mereka harus ini itu. Mana senangnya mereka saja."

Kedepannya, Ozzaq mengakui Ingin bekerja sama dengan penduduk sekitar dan psikolog untuk menangani anak yang berkebutuhan khusus.

"Kita butuh penelitian dan pelajaran bagaimana menangani mereka. Fokusnya sih ke terapi anak-anak. Inginnya ada satu tempat untuk terapi mereka selain sanggar,"tutur Ozzaq.

Selain itu, ia ingin Rumah Ceria Medan lebih cantik dan lebih layak sebagai sanggar serta melengkapi fasilitas dan perlengkapan lainnya agar anak-anak yang belajar di sanggar terpenuhi kebutihannya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved