Liga 1

DNA Juara Sejak Era Perserikatan, Suharto Yakin PSMS Bisa Menggigit Ketika Terjepit

Kita harus memberikan semangat kepada mereka. Tiga pertandingan yang tersisa harus dianggap partai hidup mati.

TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Asisten Pelatih PSMS Medan, Suharto AD saat memimpin sesi latihan di Stadion Teladan, Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PSMS telah kembali bertolak menuju Medan usai kekalahan 3-1 atas Persipura di Pekan 32 Liga 1 Indonesia.

Dengan hasil ini memantapkan posisi skuat berjuluk Ayam Kinantan ini di dasar klasemen dengan raihan 34 poin terpaut dua angka dari PS Tira, Sriwijaya dan Perseru Serui.

Pascakekalahan, Asisten Pelatih PSMS Medan, Suharto AD mengakui para pemainnya memang sempat terpukul.

"Ya namanya pemain ketika pertandingan pasti ada (terpukul) cuma ya kita harus pintar menyikapi. Supaya tidak teringat pertandingan kemarin tapi mau fokus menyongsong ke laga-laga kedepan," jelasnya kepada Tribun, Senin (26/11/2018) di Medan.

Ex Pelatih PS TNI (sekarang PS TIRA) ini mengakui di 3 laga tersisa menghadapi Persebaya, PS Tira dan PSM Makassar timnya harus bermain layaknya di laga final.

"Kita harus memberikan semangat kepada mereka. Tiga pertandingan yang tersisa harus dianggap partai hidup mati. Sempat tergelincir sekali aja sudah gawat. Anak-anak harus betul-betul mempunyai motivasi yang seperti itu," tegasnya.

Bahkan Suharto menegaskan dirinya masih sangat optimis timnya bisa keluar dari zona degradasi karena mental juara yang dimiliki PSMS sejak zaman perserikatan.

"Sampai saat ini saya masih optimis masih bisa keluar dari zona degradasi. Insyaallah kita juga harus betul-betul semua harus maksimal. Bukan hanya pelatih tapi juga seluruh pemain dan manajamen," jelasnya.

Bila bicara statistik, Ia menuturkan timnya membutuhkan 2 kemenangan dan 1 hasil seri untuk bisa mengamankan posisi PSMS keluar zona degradasi.

"Semua pasti punya hitung-hitungan, mudah-mudahan 2 kali menang dan 1 kali seri kita sudah bisa bertahan. Tapi kita enggak usah berpikir kesana. Tapi kita fokus memikirkan bagaimana tim harus bagus di tiga pertandingan ini," jelasnya.

Bahkan, Suharto sendiri pernah merasakan bagaimana ketika dulu PSMS dalam kondisi rawan malah bisa memberikan performa yang maksimal.

"Kalau zaman perserikatan itu selalu ketika terjepit PSMS itu menggigit. Nah itu bahasa PSMS yang dulu-dulu. Selalu ketika mau masuk 6 besar di Senayan kita selalu posisi rawan. Tapi ketika posisi posisi rawan itu kita selalu bermain bagus. Kita akan memberikan motivasi itu juga supaya mereka memahami tentang karakter PSMS ini," bebernya.

Ia juga menambahkan skuat PSMS akan memulai latihan perdana menghadapi Persebaya besok, Selasa (27/11/2018) di Stadion Teladan.

Menelisik kekuatan lawan, memang Suharto mengakui Persebaya sedang dalam kondisi mengganaskan dengan menang besar di 6 laga terakhir. Bahkan di pekan sebelumnya menelan habis Bali United 6-2.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved