Microblading Artist International alias Pesulam Alis, Zettariuz Punya Customer dari Berbagai Negara
Kaum Adam juga sekarang berbondong-bondong melakukan berbagai treatment untuk mendapatkan penampilan yamg maksimal.
Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN -
Padatnya aktivitas membuat para wanita tidak memiliki waktu untuk berhias diri terutama saat mengaplikasikan alis.
Dengan sulam alis, diharap dapat membantu para wanita selalu terlihat cantik.
Kini merawat kecantikan pun bukan hanya dilakukan oleh wanita. Kaum Adam juga sekarang berbondong-bondong melakukan berbagai treatment untuk mendapatkan penampilan yamg maksimal.
Peluang ini pun tak disia-siakan oleh Microblading Artist International alias Pesulam Alis, Zettariuz, biasanya dipanggil Zett yang akhirnya memutuskan untuk menekuni sulam alis secara profesional sejak tahun 2014.
Dia pun belajar di Korea dan mengikuti berbagai training di luar negri.
Awal mula Zett memulai bisnis ini karena dia pernah menjadi korban Gagal Sulam, "Jadi dulu saya sulam alis di Bangkok tapi hasilnya sangat mengecewakan.
Padahal saya sudah berusaha mencari Microblading Artist yang terbaik, harga dan jarak tidak menjadi masalah, tetapi hasilnya tidak sebanding dengan harga yang telah saya keluarkan, Lalu saya diledeki teman-teman karena melihat alis saya yang aneh, sehingga saya berpikir untuk memperbaiki alis saya sendiri karena saya sudah tidak akan percaya kepada siapapun untuk menyentuh alis saya," ujar Zett.
Laki-laki Kelahiran Kota Medan, 24 Desember ini mengatakan ia pun berangkat ke Korea untuk belajar sulam alis dan haircut . Tak hanya itu saya, ia juga mengikuti berbagai seminar dari dalam dan luar negeri.
Zett dikenal sebagai Pesulam Alis khusus laki-laki tetapi sebenarnya dia juga banyak memiliki customer perempuan, tetapi karena Zett lebih booming di luar negeri karena hasil sulamannya yang dinilai sangat natural sehingga digemari para pria.
"Sulam alis buat laki-laki itu lebih berantakan sedikit, karena sulam alis yang terlalu rapi untuk laki-laki hasilnya justru ngeblok dan kaku.
Saya ciptain metode NANO MEZZY yang artinya agak berantakan tapi tetap nature dan terlihat asli," ucap Zett.
Menurut Zett, pengerjaan sulam alis biasanya memakan waktu 1,5 sampai 2 jam tergantung tingkat kesulitan setiap customer.
Warna alis yang dipilih disesuaikan dengan warna kulit dan rambut si customer.
"Dalam mengembangkan bisnis sulam alis ini, saya lebih banyak menggunakan sosial media seperti Facebook dan Instagram dan juga dari mulut ke mulut. Selain di Indonesia, customer saya juga tersebar di berbagai negara antara lain Singapura, China, Taiwan, Hongkong, Philippine, Dubai, Abu Dhabi Malaysia, Thailand, Eropa, Amerika dan lain-lain," katanya.
Diakui Zett, customer laki-laki yang berasal dari Indonesia masih risih untuk melakukan sulam alis. Berbeda dengan customer laki-laki dari luar negeri yang sudah open minded dengan sulam alis.
"Customer ideal bagi saya itu, customer yang tahu apa yang dia mau, enggak terlalu mengatur dan percaya dengan hasil kerja saya. Sulam alis ini bisa benar-benar dapat merubah wajah seseorang sehingga lebih bagus dan menarik," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/microblading-artist-international.jpg)