Donald Trump Ingin Kembali Bertemu Kim Jong Un Bahas Denuklirisasi

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengutarakan keinginannya untuk kembali bertemu Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un

Editor: Array A Argus
afp
Akhirnya dunia menyaksikan Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un di Singapura, Selasa (12/6/2018) 

BUENOS AIRES,TRIBUN-Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengutarakan keinginannya untuk kembali bertemu Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Hal itu disampaikan Donald Trump usai menghadiri pertemuan KTT G20 di Buenos Aires, Argentina.

Rencananya, Donald Trump akan bertemu Kim awal tahun 2019.

"Saya pikir kami akan melakukan pertemuan segera, pada Januari, Februari. Saya kira," ujar Donald Trump.

Namun, ia tak menjelaskan secara gamblang dimana pertemuan akan dilangsungkan.

Presiden berusia 71 tahun ini memberi isyarat, bahwa ada tiga tampat yang akan dijadikan lokasi pertemuan.

Ketika ditanya akan kemungkinan Donald Trump menjamu Kim di Washington, presiden berusia 72 tahun itu hanya menjawab singkat.

Baca: Takut Diracuni Seperti Kakaknya, Kim Jong Un Minta Tukar Pena Saat Tanda Tangani Perjanjian

"Pada satu titik, iya," ujar Trump, seperti dilansir dari AFP.

Pertemuan di masa mendatang akan menjadi yang kedua kalinya, setelah sebelumnya, pertemuan bersejarah antara Donald Trump dan Kim Jong Un berlangsung di Singapura pada Juni lalu.

Pertemuan tersebut membuka dialog kedua negara untuk denuklirisasi Semenanjung Korea, setelah berbulan-bulan saling terjadi tukar menukar ancaman militer.

Hasil pertemuan tersebut adalah penandatanganan dokumen yang samar tentang denuklirisasi.

Namun, beberapa waktu terakhir tidak terjadi perkembangan berarti dalam prosesnya.

Baca: Rakyat Korut Tahunya Kim Jong Un Liburan ke Singapura, tak Tahu soal Pertemuan dengan Donald Trump

Pada kesempatan KTT G20 tersebut, Donald Trump juga menyempatkan bertatap muka dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk membahas situasi terkini di Semenanjung Korea, terutama berkaitan dengan Pyongyang.

"Keduanya telah menegaskan kembali komitmen mereka untuk mencapai denuklirisasi penuh yang dapat diverifikasi dari Korea Utara," kata juru bicara kepresidenan AS, Sarah Sanders.

"Mereka juga sepakat tentang perlunya mempertahankan pemberlakukan sanksi keras yang ada demi memastikan Korea Utara memahami bahwa denuklirisasi adalah satu-satunya jalan," tambahnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved