Festival Nuklir 2018, Mahasiswa Unimed Ini Juara Favorit Kompetisi Video

Juara favorit kompetisi video pendek pada Nuclear Festival 2018 yang diumumkan pada 1 Desember 2018 di UIN Syarif Hidayatullah

Penulis: Chandra Simarmata |
TRIBUN MEDAN/HO
M Hariansyah, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unimed berhasil meraih juara favorit kompetisi video pendek pada Nuclear Festival 2018  

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Universitas Negeri Medan (UNIMED) patut bangga atas prestasi yang ditorehkan oleh mahasiswa-mahasiswinya.

Kali ini M. Hariansyah, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unimed berhasil meraih juara favorit kompetisi video pendek pada Nuclear Festival 2018 yang diumumkan pada 1 Desember 2018 di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Acara ini diselenggarakan oleh BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) dan KOMMUN (Komunitas Muda Nuklir Nasional) bekerjasama dengan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

M. Hariansyah merupakan Mahasiswa jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPkn). Ia mengikuti kompetisi video pendek dengan tema video "Nuclear for Human Life", dan berhasil merebut juara terfavorit pada Video Competition di Nuclear Festival 2018.

Atas prestasi yang diraihnya itu, M. Hariansyah mengaku bangga dan senang. Dia mengatakan sangat terharu dan tidak menduga bisa meraih juara favorit, apalagi dirinya baru pertama kali ikut kompetisi tersebut.

"Saya baru pertama kali ikut lomba video skala nasional. Ceritanya ini menarik karena saya mengirimkan hasil video di hari terakhir (deadline) dan saya berhasil mengirimkan kepada panitia itu jam 11 malam dimana jam 12 malam dilakukan penutupan. Ya Alhamdulillah bisa menang," ujarnya, Senin (3/12/2018).

Lebih lanjut Hariansyah juga mengatakan Walaupun kompetisi tersebut sangat berbeda dengan bidang kuliahnya, dirinya jadi banyak belajar hal baru.

"Itu adalah sebuah tantangan, saya jadi tahu kalau nuklir itu sangat banyak manfaatnya dalam kehidupan manusia, bukan sekedar energi pembangkit listrik, tapi juga berguna pada bidang kesehatan dan pertanian. Selain itu, saat ini nuklir menjadi hal yang hangat untuk di bicarakan terlebih dalam kontestasi bangsa-bangsa. Ini merupakan peluang dan tantangan dimasa depan,'' terangnya.

Ke depan, kata Hariansyah dirinya akan kembali mengikuti kompetisi lainnya. Dalam waktu dekat, dirinya akan ikut kompetisi essay yang akan diadakan oleh universitas Hasanuddin Makassar.

"Terakhir pendaftaran itu 5 Desember jadi hari ini dan besok saya akan menyelesaikan karya tulis saya untuk ikuk lomba tersebutt," jelas mahasiswa stambuk 2015 itu.

Selaku Dekan FIS, Dra. Nurmala Berutu, M. Pd. mengaku bangga atas prestasi mahasiswa FIS. Dia pun turut memberi selamat atas prestasi yang berhasil diraih Hariansyah.

"Selamat kepada M. Hariansyah yang berhasil meraih juara terfavorit. Ini merupakan bentuk inovasi dan Kreativitas Mahasiswa dalam mengikuti berbagai kompetisi. Kami selaku pimpinan akan terus mendukung dan mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan berprestasi," ujarnya.

Selain kompetisi video pendek, Nuclear Festival 2018 juga menggelar sayembara desain logo dan kompetisi essay. Dan tak kalah penting dan meriah acara Seminar Nasional Nuklir yang mengangkat tema "Kontribusi nyata pemuda dalam diseminasi iptek nuklir" di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Sebelumnya, lomba video competition yang masuk ke panitia diseleksi, tahap I terpilih 20 video terbaik, kemudian disaring lagi pada tahap II terpilih 10 video terbaik.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved