Fakta Lain Reuni 212, Jumlah Peserta Perhitungan Matematis Kawasan Monas & Penduduk Menuai Debat

Sejumlah tokoh mengomentari jumlah massa Reuni 212 yang berlangsung di Kawasan Monas, Jakarta pada 2 Desember 2018

Fakta Lain Reuni 212, Jumlah Peserta Perhitungan Matematis Kawasan Monas & Penduduk Menuai Debat
TRIBUNNEWS/Gita Irawan
Fakta Lain Reuni 212, Jumlah Peserta Perhitungan Matematis Kawasan Monas & Penduduk Menuai Debat 

"Dengan skala yang sama dengan sebelumnya, tiga orang per meter persegi, estimasinya adalah sekitar 757.840 orang dalam aksi tersebut. Jika kita menggunakan hitungan dua orang per meter persegi seperti sebelumnya, ada sekitar 505.227 orang," katanya.

Namun estimasi dua orang per meter persegi dinilai tidak terlalu pas karena salat membutuhkan tempat yang lebih luas.

Setidaknya itu yang dikritik oleh Poltak Hotradero melalui akun Twitternya @hotradero.

"Kalau ada yang bilang permukaan 1x1 meter bisa cukup buat berdua, saya mau lihat kayak apa sirkusnya," katanya.

twitter
Ubin ukuran satu meter persegi yang dicuitkan Poltak untuk menggambarkan sempitnya ukuran itu untuk dua orang/TWITTER.

"Maka ruang per orang yang mencukupi di bidang datar sempurna adalah sekitar 1x1 meter. Boleh kurang dikit," katanya.

Dalam kicauanannya, Poltak juga mengkritik angka tujuh juta yang dinilai tak masuk akal.

"Bukan matematikanya yang penting, tapi alur berpikirnya. Penerapannya bisa apa saja. Berguna agar nggak gampang ditipu orang," cuitnya.

Sebuah unggahan dari Wan Wan Nur di Facebook lantas mengilustrasikan seberapa banyaknya tujuh juta orang itu.

"Jumlah penduduk pulau Bali, cuma separuh dari 7 juta. Jumlah penduduk seluruh Aceh adalah 4.400.000 jiwa," katanya.

"Tujuh juta orang kalau diangkut dengan bis yang kapasitasnya 40 orang per bis. Itu membutuhkan 175.000 bis. Kalau satu bis panjangnya 12 meter, maka dibutuhkan jarak 2.100 km untuk bisa menyusun bis-bis itu satu persatu, secara dempet tanpa menyisakan celah sedikitpun," katanya.

twitter
Salah satu kicauan Poltak tentang klaim 7 juta yang dianggap tak masuk akal/TWITTER.

Data BPS tahun 2010, dan jika dibandingkan, jumlah 7,5 juta kurang lebih setara dengan penduduk Sumatera Selatan (7.450.394 orang) atau Lampung (7.608.405 orang). Angka 7,5 juta itu bahkan juga lebih banyak dari jumlah penduduk di provinsi:

  • Sumatera Barat: 4.846.909
  • Riau: 5.538.367
  • Kalimantan Barat: 4.395.983
  • Papua: 2.833.381

Ada banyak analisa lain yang memperkirakan jumlah massa yang hadir.

Satu akun bernama Sigit Riyanto di Facebook memperkirakan yang datang bisa sekitar tiga juta orang.

Lainnya berpendapat jumlahnya lebih dari 700.000 - dengan berpegang pada ucapan polisi yang menyebut bahwa Monas bisa menampung sekitar 700.000 orang.

Walau ada perdebatan bahwa jumlah itu adalah seluruh Monas (termasuk lapangan rumput) sedangkan dalam aksi kemarin lapangan rumput tidak digunakan. 

Komentar Mantan Penasihat Hukum Rizieq Shihab

Politisi PDIP Kapitra Ampera yang juga mantan penasihat hukum Rizieq Shihab memposting sebuah foto berisi tulisan di akun Twitternya, @kapitraampera.

Postingan itu berisi tanggapannya soal aksi Reuni 212 yang dilangsungkan di Monas, Minggu (2/12/2018) kemarin.

Pada postingannya itu, Kapitra Ampera menyoroti soal jumlah massa yang datang pada Reuni 212tersebut.

Menurut Kapitra Ampera, jumlah massa dalam Reuni 212 itu tidak sebanyak 8 juta orang seperti yang disampaikan oleh panitia.

Sebab, kata dia, jumlah warga Jakarta saja ada 9 juta orang, jadi tidak mungkin jika massa reuni 212 sebanyak 8 juta orang.

Dikutip dari Wartakota, Ketua Panitia Reuni Akbar Mujahid 212, Ustadz Bernard Abdul Jabbar menyatakan pihaknya memperkirakan ada sekitar 8-10 juta orang yang berpartisipasi.

"Kalau dulu sekitaran tujuh juta, tapi sekarang menurut informasi dari media yang menggunakan drone, itu hampir sekitar 8-10 juta yang hadir," ujar Bernard.

Di samping itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut, massa yang datang menghadiri saat aksi Reuni Akbar 212 siang tadi, tak mencapai jutaan. Hal ini berdasarkan data yang diperoleh oleh pihak kepolisian di Monas.

"(Massa yang datang) 100 ribu," kata Argo saat dikonfirmasi, Minggu (2/12/2018).

Saat ditanya dari mana saja massa itu berasal, Argo enggan menjawab.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono ((Kompas.com/Akhdi Martin Pratama))

"Suasana kondusif. Semua kegiatan hari ini berjalan dengan baik dan lancar, terima kasih kepada masyarakat yang ikut serta membantu jalannya kegiatan hari ini," sebutnya.

Pernyataan Kapitra Ampera soal jumlah massa 212 itu ia posting di akun Twitternya, dan mendapat tanggapan dari kubu Prabowo-Sandiaga.

Ini tulisan yang ia posting :

"Waduh

Penduduk Jakarta itu cuma 9 orang, kalau yang ikut aksi 8 juta orang,

Dibutuhkan 800 hektare tanah untuk posisi berdiri/duduk peserta aksi,

Hampir seluruh Jakarta ditempati oleh peserta aksi...!

Rasionalkan?," tulisnya.

Rupanya postingan itu ditanggapi oleh Ferdinand Hutahaean.

Di akun Twitternya juga, Ferdinand Hutahaean membalas postingan Kapitra Ampera tersebut.

Ia pun tampak mengoreksi pernyataan Kapitra Ampera.

"Bung Kapitra, 1 Mtr persegi itu bila dalam posisi berdiri, mk akan menampung 8-10 orang.

Jadi untuk 8 juta orang dibutuhkan sekitar 100 Ha. Bkn 800 ha," tulisnya.

Artikel ini sudah tayang di bbc news indonesia berjudul: Delapan juta? 100.000 orang? Lagi-lagi debat soal jumlah peserta Reuni 212 di Monas dan Tujuh juta atau 500.000? Ketika media sosial berdebat soal jumlah peserta aksi 212 di Monas dan Tribun-Bogor

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved