Urai Pidato Lengkap Habib Rizieq Shihab pada Momen Reuni Alumni 212, Berikut Seruannya

Dalam pidatonya, Habib Rizieq menyinggung mengenai keadaan Indonesia saat ini. Ibilah isi pidato lengkapnya.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Sehingga sikap suka-suka kini menjadi landasan  penegakan hukum di Indonesia. Hasilnya yang disukai rezim, bebas melanggar hukum, sedang yang tidak disukai rezim akan dikerjai dengan rekayasa hukum.

Penggalan Pidato Habib Rizieq Shihab, Pemimpin Front Pembela Islam (FPI)

TRIBUN-MEDAN.com - Panitia Aksi Reuni Akbar 212 memutarkan  rekaman pidato pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di akhir acara Reuni Akbar 212 di Monumen Nasional (Monas), pada Minggu, (2/12/2018).

Dalam pidatonya, Habib Rizieq menyinggung mengenai keadaan Indonesia saat ini.

Dilansir TribunWow.com dari video akun Youtube Front TV yang diunggah Minggu (2/12/2018), berikut pidato Habib Rizieq Shihab yang TribunWow tulis:

"Mari kita renungkan kondisi negara kita dalam lima tahun terakhir. Selama ini di Negara Indonesia, sama merasakan kuat indikasinya adanya gerakan sistematis dan struktural yang ingin menghancurkan sendi-sendi kehidupan beragama dan berbangsa serta bernegara di negara kesatuan RI dengan menghalalkan segala cara.

Baca: Dewi Perssik Beberkan Honor Fantastis yang Diterimanya saat Manggung dan Ungkap Rahasia Tetap Eksis

Baca: Lina seolah Menghilang setelah Bercerai, Sule Heran kenapa Mantan Istrinya Tak Pernah Hubungi Anak

Baca: Udar Fakta Penjahat Kambuhan yang Dikeroyok dan Tewas, Kronologi hingga Pengakuan Sang Adik

Baca: Hotman Paris Kesal Diberi Cokelat saat Dimintai Tolong Bantu Kasus Penipuan: Lu Kasih Berlian Dong

Baca: Bikin Menu Sambal Patah Hati, Luna Maya Beberkan Makna di Balik Nama Sambalnya Tersebut

Baca: Pertama Kali Lihat Isi Dompet Ruben Onsu sejak Menikah, Sarwendah Terharu Lihat Benda di Dalamnya

Baca: Cristiano Ronaldo Kembali Mengukir Sejarah, Kali Ini Bersama Juventus

Pertama pembiaran aliran sesat dan penodaan agama secara masif, bahkan para pelakunya dilindungi dan dibesarkan, padahal, agama apapun tidak boleh dinista apalagi dinodai, apalagi islam.

Kedua pembiaran kedzaliman dan ketidak adilan yang meruntuhkan sendi-sendi penegakan hukum.

Sehingga sikap suka-suka kini menjadi landasan penegakan hukum di Indonesia. Hasilnya yang disukai rezim, bebas melanggar hukum, sedang yang tidak disukai rezim akan dikerjai dengan rekayasa hukum.

Ketiga, pemberhalaan ekonomi neurit berdasarkan sistim utang ribawi yang telah mengundang penjajah asing yang kejam dan ganas serta bengis.

Sehingga menghancurkan perekonomian rakyat jelata secara mengerikan. Lapangan kerja dijarah asing, nilai mata uang terus merosot, pasar rakyat dilibas habis oleh kolong merat hitam, wong cilik mulai banyak kelaparan dan kekurangan gizi.

Yang keempat pembiaran kemungkaran dan kemaksiatan, seperti perdukunan, korupsi, narkoba, miras, judi, pornografi, pornoaksi, porstitusi dan LGBT, sehingga kalau dibiarkan kemungkaran dan kemaksiatan meraja rela, dan merusak generasi muda secara menakutkan sekaligus mengundang bencana di mana-mana.

Baca: Marc Marquez Senang Rasakan Perbedaan Motor Prototipe 2019 Tunggangannya, Beber Keunggulannya

Baca: Bikin Menu Sambal Patah Hati, Luna Maya Beberkan Makna di Balik Nama Sambalnya Tersebut

Baca: Reuni 212, Anies Baswedan Sampaikan Pidato, Rumah DP Nol Rupiah hingga Reklamasi Teluk Jakarta

Baca: Ingin Keluar dari Grup WhatsApp tanpa Ketahuan? Ikuti 3 Langkah Mudah Berikut Ini

Baca: Menilik Sumber Kekayaan Keluarga Jusup Maruta Cahyadi Sang Crazy Rich Surabayan

Baca: Viral Pernikahan Crazy Rich Surabayan, Tonton Video Prewedding di Lima Benua

Baca: Gadis Remaja 13 Tahun Disetubuhi Ayah Tirinya hingga Hamil, Sang Ibu Rela Putrinya Dinikahi Suaminya

Habib rizieq dan Amien Rais
Habib rizieq dan Amien Rais (Istimewa)

Yang kelima, pembohongan dan pelestarian kebohongan dalam pengelolaan negara. Ironisnya bohong dijadikan tradisi dan dipertotonkan secara telanjang bahkan, dalam soal kecil sekalipun harus bohong. rakyat terus dicekoki berita-berita hoaks dan fitnah pernyataan yang penuh dusta dan bohong.

Kondisi buruk dan situasi gawat ini harus segera dihentikan. Kondisi ini yag sangat gawat ini harus dihentikan tidak boleh dibiarkan, caranya kita wajib secara bersama bersatu padu wajib sekali melakukan perubahan.

Sekali lagi, melakukan perubahan, yaitu perubahan kearah yang lebih baik. Jangan lupa Allah nyatakan dalam firmannya, tidak akan Allah merrubah keadaan kaum hingga mereka merubahnya sendiri. Allah swt telah membri kesempatan luar biasa untuk melakukan perubahan.

Baca: Diduga Lakoni Pesta Seks, Inilah Video Penggerebekan 3 Wanita dan 1 Pria di Samarinda

Baca: Felicya Angelista Rayakan Ulang Tahun ke-24, Sang Kekasih Berikan Kejutan Romantis Ini

Baca: Yuk Bikin Stiker WhatsApp dengan Fotomu Sendiri, Begini Cara Mudah Membuatnya

Baca: Lagu Baru Ayu Ting Ting Trending di Youtube, Tembus Jutaan Viewers dalam 2 Hari, Tonton Videonya

Baca: Baim Wong dan Paula Verhoeven Ceritakan Hal Tak Terduga di Malam Pertama Mereka, Ada Kejadian Lucu

Baca: Cara Mengolah Jengkol agar Empuk dan Tak Berbau, Ikuti 4 Tips Berikut

Baca: Kini YouTube Miliki Fitur Mirip dengan Instagram Stories, Ini Keunggulannya

Pintu perubahan semakin dekat, sudah ada di depan mata, jangan di sia-siakan, ayo kita bergandeng tangan merapatkan barisan untuk berjuang untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Dari negara yang penuh maksiat menjadi negara yang penuh taat sehingga berkah.

Ganti negara yang penuh dusta dan fitnah penuh dusta negara yang penuh kejujuran, kebenaran, adil dan amanah. Ayo ubah negara, yang penuh hutang dan riba menjadi negara yang halal ekonominya, dari negara yang liberal menjadi negara yang musyawarah mufakat yang sesuai jati diri bangsa Indonesia selama ini.

Ubah negara yang penuh kriminalisasi ulama menjadi negara yang memuliakan ulama.

Pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab tiba di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umun, Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2017).
Pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab tiba di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umun, Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2017). (KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Perubahan akan datang jika kita berjuang.

Akhirnya di penutup reuni akbar 212, kami sampaikan kepada rakyat seluruh rakyat Indonesia, amanat perjuangan untuk perubahan. Jadi kami ingin sampaikan, amanat perjuangan utuk perubahan, bukan kampanye, bukan propaganda poltik, bukan politisasi reuni 212.

Amanatnya adalah ayo di Pilpres dan Pileg 2019 kita wajib berjuang bersama untuk perubahan. Ayo Pilpres dan Pileg wajib berjuang bersama untuk perubahan.

Kami nyatakan tanpa sedikit keraguan bahwasannya di Pilpres dan Pileg 2019 haram memilih capres dan cawapres yang diusung partai-partai pengusung penista agama.

Siap milih capres ijtima ulama? Siap milih capres ijtima ulama? Siap milih capres ijtima ulama? Siap pilih caleg ijtima ulama?

Jangan lupa setiap tanggal 2 Desember sebagai ijtima'ul ummah, hari berkumpulnya umat untuk kebangkitan persaudaraan dan persatuan,

Di akhir seruannya, Rizieq Shihab mengatakan, "2019 ganti presiden."

Untuk video lengkap Aksi Reuni Akbar 212 di Monas, bisa dilihat melalui link ini.

Selain Habib Rizieq, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga berkesempatan untuk memberika pidato.

Dalam pidatonya Anies menyampaikan beberapa pesan kepada peserta mengenai kebijakan yang jangan dianggap enteng dengan menyinggung sejarah yang pernah dilakukan di Monas.

"Alhamdulillah, satu tahun di Jakarta, satu persatu janji kita Insha Allah kita tunaikan. Yang dianggap tidak mungkin Insha Allah kita akan laksanakan satu persatu. DP 0 rupiah dianggap tidak mungkin, hari ini terlaksana.

Menutup tempat -tempat maksiat dulu dianggap tidak mungkin, sekarang terlaksana. Menghentikan reklamasi, dulu dianggap tidak mungkin, sekarang kita lakukan.

Saudara-saudara semua, dan itu dilakukan tanpa kekerasan. Cukup selembar kertas dan sebuah tanda tangan."

Gubernur DKI Anies Baswedan di Aksi Reuni Akbar di Monas, Minggu (2/12/2018).
Gubernur DKI Anies Baswedan di Aksi Reuni Akbar di Monas, Minggu (2/12/2018). (Instagram/ @aniesbaswedan)

Selain itu Anies mengingatkan kepada peserta aksi untuk selalu menjaga persatuan Indonesia.

"Kita semua yang hadir disini memiliki tanggung jawab. Tanggung jawab untuk menjaga persatuan, yang unik dari Indonesia bukan hanya keberagamannya. Yang unik dari Indonesia bukan kita sekedar berasal dari latar belakang berbeda-beda.

Yang unik dari Indonesia adalah ditempat ini hadir persatuan bagi seluruh rakyatnya. Kalau biacara keberagaman, banyak negeri lain lebih beragam dari kita, karena itu yang lebih bisa kita banggakan adalah persatuannya.

Tetapi persatuan, adalah hasil ikhtiar kita. Insha Allah kita akan menjadi bagian dari persatuan yang menjaga republik ini," ujar Anies.

(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Pidato Lengkap Habib Rizieq Shihab di Aksi Reuni Akbar 212 di Monas: Serukan Perubahan

Sumber: TribunWow.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved