AMA Medan Ajak Mahasiswa Berani Jadi Pengusaha dan Jeli Melihat Peluang Usaha
AMA Cabang Medan mengadakan event Campus Visit dan seminar kewirausahaan yang diisi dengan sesi "CEO Talk"
Penulis: Chandra Simarmata |
Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) Cabang Medan mengadakan event Campus Visit dan seminar kewirausahaan yang diisi dengan sesi "CEO Talk" dan menghadirkan sejumlah pebisnis dan pengusaha yang tergabung di AMA Medan.
Event tersebut digelar di Auditorium Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia Jalan Kapten Batu Sihombing, Tembung, Percut, Rabu (5/12/2018).
Hadir pada event tersebut sebagai pembicara dari AMA Medan yakni Heru Mustika yang juga pengusaha dan praktisi di bidang Agribusiness Industry, Fikri Al-Haq Fachryana (JNE) yang juga Sekjen AMA Medan, serta Limas Kosim dari Grand Sehat Pro Auto Clinic.
Dihadapan ratusan peserta, Fikri Al-Haq Fachryana dari JNE yang juga Sekjen AMA Medan mengajak mahasiswa untuk bisa memanfaatkan peluang-peluang bisnis saat ini.
Beberapa diantaranya adalah dibidang logistik, E-commerce, dan fintech. Dia pun berharap akan ada diantara mahasiswa yang membuat start up baru dibidang logistik.
"Karena memang peluang bidang logistik itu besar. Makanya gojek itu lalu, mulai dari bisnis ojek, sekarang ke go food, go send, go mart dan sebagainya. Logistik ini kue yang sangat cantik hari ini dan semua ingin masuk ke logistik. Semua berlomba untyk membuat servis yang paling cepat (faster service)," ujarnya.
Selain itu, Fikri juga mengajak mahasiswa untuk mampu membuat suatu produk yang bisa bersaing secara kualitas dan memiliki pembeda serta keunggulan khusus dibanding produk lainnya yang sejenis.
Hal ini penting karena kata Fikri tanpa adanya pembeda, maka produk akan mudah tergilas dengan adanya produk lain yang jauh lebih murah dari negara lain seperti dari China.
"Satu-satunya jalan kalau Anda bikin produk nanti, di inkubator, bikin produk yang punya positioning atau pembeda. Itulah yang kita butuhkan," terangnya.
Sementara itu, narasumber Heru Mustika pada kesempatan itu juga mengatakan bahwa mahasiswa yang ingin jadi pengusaha harus memiliki mental yang kuat dan positif. Jika mental belum diubah maka kata Heru lebih baik jangan jadi pengusaha melainkan jadi karyawan saja.
Selain itu, Heru juga meningkatkan bahwa jadi seorang pengusaha itu harus mampu mengantisipasi segala keadaan. Hal ini penting untuk tetap mempertahankan bisnis yang sedang dikelola.
"Jadi Anda (mahasiswa) harus kelilingi diri dengan orang-orang atau pengusaha yang berpikiran positif. Jadi pengusaha itu gak gampang, jadi harus punya mental kuat. Tapi juga tidak boleh takut karena semua masalah ada solusinya ," ujarnya.
Tak berbeda jauh, Limas Kosim (Grand Sehat Pro Auto Clinic) mengatakan ketika berniat menjadi pengusaha namun tidak memiliki modal yang cukup besar, maka yang menjadi modal kita adalah image dan karakter kita.
"Value pada diri kita itu menjadi modal kita. Seberapa besar karakter Anda bisa menjadi jaminan bagi orang lain, itu yang menjadi nilai," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/direktur-politeknik-wilmar-bisnis-indonesia-aldon-sinaga-kiri-dan-president-ama.jpg)