Penyebab Kepala Pusing Saat Berdiri Terlalu Cepat Menurut Dokter
Jika tekanan darah kita rendah saat kita mulai berdiri, kata Dr Sutton, kita mungkin cenderung mengalami gejala pusing ketika berdiri
TRIBUN-MEDAN.com-Siapa yang pernah mengalami perasaan kepala seperti berputar-putar sesaat berdiri terlalu cepat dari duduk?
Ya, berdiri terlalu cepat memang membuat kepala terasa pening. Namun, kita tak perlu terlalu mengkhawatirkannya.
Nadia Sutton, seorang ahli jantung intervensi mengatakan, tingkat bahaya rasa pening di kepala tergantung penyebabnya.
Dan, pusing setelah berdiri terlalu cepat berhubungan dengaan tekanan darah.
Pisah Dengan Stuart Collin saat Hamil, Kini Risty Tagor Punya Anak Lagi, Sosok Suaminya Terungkap
Risty Tagor Dikaruniai Anak Perempuan yang Cantik dari Suami Ketiga, Simak Fotonya
"Ketika kita berdiri, gravitasi ikut bermain, dan darah cenderung menyatu di bagian bawah tubuh," kata Dr Sutton.
Jadi, ketika kita berdiri terlalu cepat, kadang-kadang hipotensi ortostatik terjadi.
Hipotensi ortostatik merupakan tekanan darah ke bagian atas tubuh, terutama kepala, menurun ketika kita berdiri. Ini menyebabkan pusing atau pening.
"Biasanya, pembuluh darah di bagian atas tubuh mengencangkan atau menyempit ketika kita berdiri, agar tekanan darah tetap stabil ketika kita berdiri," kata dia.
Jika tekanan darah kita rendah saat kita mulai berdiri, kata Dr Sutton, kita mungkin cenderung mengalami gejala pusing ketika berdiri. Sebab, sirkulasi yang buruk ke kepala.
Tetap Waspada, BMKG Memprediksi Medan dan Sekitarnya Potensi Hujan Hingga Siang
Detik-detik Uang Rp 7,1 M Berserakan di Jalan Raya, Warga Berebutan Memungut Hingga Hilang Rp 4,2 M
Namun, Dr. Sutton mengatakan ini biasanya terjadi dalam jangka pendek.
"Setelah pembuluh darah menyesuaikan diri untuk berdiri, gejala pusing akan hilang," kata dia lagi.
Menurut dia, ada banyak hal yang dapat mempengaruhi tekanan darah, antara laiin dehidrasi, obat-obatan, kondisi jantung, dan masalah neurologis.
Nesochi Okeke-Igbokwe, dokter dan ahli kesehatan, menambahkan untuk beberapa orang, gejala ini bisa berkaitan dengan disfungsi baroreseptor.
"Refleks baroreseptor membantu mengatur perubahan mendadak pada tekanan darah."
"Kegagalan disfungsi baroreseptor dapat berkontribusi untuk masalah hipotensi ortostatik berulang," kata Dr. Okeke-Igbokwe.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-pusing-tribumedan_20160428_100206.jpg)