Eks Pengurus Gerindra Minta Maaf Sebar Fitnah Jokowi Adalah PKI, Jokowi Berikan Respon Tak Terduga

Jokowi hanya menegaskan bahwa isu PKI yang selama ini menyerang dirinya terbukti sengaja diciptakan untuk kepentingan politik.

Instagram/m.bahrunnajach
Foto bersama keluarga Presiden Jokowi 

TRIBUN-MEDAN.com-Sejak mencalonkan diri sebagai calon presiden hingga terpilih jadi presiden, Jokowi kerap dituding adalah bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

Bahkan saat masa kampanye, ada satu tabloid yang sengaja membuat tulisan soal keterkaitan presiden Jokowi dengan PKI, para penyebar tabloid tersebut pun sudah ada yang masuk penjara.

Meski demikian Presiden Jokowi masih sering medapat tudingan sebagai bagian dari PKI. Terutama di media sosial. Beberapa orang bahkan ada yang mengedit foto jokowi adalah bagian dari PKI.

Lantas siapa yang tega memfitnah Jokowi sejak masih kampanye sebagai calon presiden beberapa tahun lalu?

Eks politikus Partai Gerindra La Nyalla Mattalitti pun membuat pengakuan mengejutkan, usai bertemu dengan cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin di Jalan Situbondo 12, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/12/2018).

Ia mengaku gerah dengan isu miring soal PKI yang terus dialamatkan kepada Presiden Joko Widodo. Ia menilai, isu itu sudah usang, karena hanya sebagai propaganda hitam yang dibuat kompetitor lawan politik.

La Nyalla yang merupakan mantan pendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2014 lalu, menjabarkan bagaimana produksi fitnah dan hoaks dibuat untuk menyerang lawan politik.

"Pertama kali, saya begitu mau mendukung Pak Jokowi. Saya datang ke beliau, saya minta maaf. Bahwa saya yang isukan pak Jokowi PKI, saya yang fitnah Pak Jokowi Kristen, China," kata La Nyalla.

Saya yang sebarkan (tabloid) Obor di Jawa Timur dan Madura. Akhirnya, saya datang ke beliau dan sampaikan, saya mau minta maaf tiga kali. Alhamdulilllah dimaafkan," tambah La Nyalla.

La Nyalla mengaku menyesal telah memfitnah Jokowi sedemikian rupa, sehingga berdampak negatif hingga saat ini.

Sehari sebelum pemungutan suara, Warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendapat kiriman tabloid Obor Rakyat, Selasa (8/7/2014).
Sehari sebelum pemungutan suara, Warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendapat kiriman tabloid Obor Rakyat, Selasa (8/7/2014). (KOMPAS.com/ Ahmad Winarno)

Jokowi: Saya Dibilang PKI, Astagfirullahaladzim

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa sampai saat ini, masih ada orang yang mempercayai bahwa dirinya merupakan anggota Partai Komunis Indonesia ( PKI).

"Di media sosial, saya dibilang PKI, astagfirullahaladzim. Sudah empat tahun diulang- ulang dan itu masih ada saja yang percaya," ujar Jokowi saat menghadiri pembukaan Rakernas LDII di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (10/10/2018).

Berkali-kali, Jokowi mengatakan bahwa dirinya lahir tahun 1961. Sementara, organisasi PKI dinyatakan resmi dibubarkan pada tahun 1965.

Artinya, tidak mungkin ia menjadi anggota PKI di usia balita.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved