Ternyata Pencipta Lagu Makan Daging Anjing Dengan Sayur Kol Adalah Orang Jawa

Mungkin banyak yang beranggapan bahwa lagu Sayur Kol ini adalah lagu yang diciptakan oleh orang Batak karena liriknya sarat dengan Budaya Batak

Screenshoot/e-book warkop
Kolase e-book warkop: Main-main jadi Bukan Main 

TRIBUN-MEDAN.com-Lagu sayur kol yang dipopulerkan grup musik asal Pematangsiantar, Punxggoaran mendadak viral setelah dinyanyikan seorang anak dan diunggah ke media sosial.

"Makan Daging Anjing Dengan Sayur Kol", sebuah petikan lirik dari lagu "Sayur Kol" yang paling diingat oleh para penikmat lagu, baik anak-anak hingga dewasa.

Band yang mempopulerkan lagu ini terbentuk tahun 2016 memiliki tiga personel Gido Firdaus Hutagalung (vokalis), Wanri Seleki (drum), dan Ahmad Rois Pulungan (gitar)

Punxggoaran Band menemukan ciri khas bermusiknya sejak dua tahun lalu dan menetapkan aliran Punk sebagai pilihan bermusik.

Kehadiran Punxggoaran memberikan warna baru dalam variasi musik Batak. Tiga pemuda lajang ini menyajikan lagu batak dengan komposisi musik keras tetapi modern.

"Kami tetap inspirasinya itu budaya. Tapi, dengan musik yang modern dan layak didengar," ungkap vokalis Punxggoaran Band, Gido Firdaus Huatagalung di Siantar, Selasa (11/9/2018).

Dari sekian banyak lagu yang dipopulerkan, personil Band Punxggoaran mengaku heran kenapa pendengar lebih banyak yang suka dengan lagu tersebut.

Gido menuturkan lagu "Sayur Kol" bukanlah murni ciptaan Punxggoaran. Lagu tersebut merupakan lagu yang sudah ada sejak dulu tanpa mengetahui penciptanya.

Lagu ini menurutnya sama seperti lagu "Donna" yang dinyanyikan Tongam Sirait.

"Lagu itu seperti lagu simpangan di Sumatera Utara. Lagu latahnya orang-orang lah. Liriknya saja kita tambah-tambahi. Capek kali main musik, tapi "Sayur Kol" yang bomming," jelasnya sembari tertawa.

Punxggoaran Band.
Punxggoaran Band. (Tribun Medan/Punxggoaran Band)

Gido mengakui banyak kritikan masyarakat terhadap lagu yang diciptakan tahun 2017 itu.

Lagu itu memiliki kesan tidak menyayangi anjing sebagai hewan yang paling dekat dengan masyarakat.

Namun, Punxggoaran menilai lirik dalam lagu tersebut menunjukkan kebiasaan budaya Batak dalam mengkonsumsi daging.

Gido menceritakan semua lagu yang diciptakan murni bertujuan untuk menginspirasi anak muda. Bahkan, mereka memulai dengan tampil di youtube.

Selain aktif di youtube, mereka juga sering mempublikasikan kegiatan di akun instagram @punxggoaran.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved