Pemerintah Biarkan Jalan Lintas Sumatera di Kota Wisata Bergelombang
Selain itu, parit di sekitar dibiarkan tersumbat hingga air meluber ke badan jalan.
Penulis: Arjuna Bakkara |
Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara
TRIBUN-MEDAN.COM, PARAPAT - Wisata Kota Parapat terus tercoreng gelombang jalan Lintas Sumatera tepatnya di Jalan Sisingamangaraja, Parapat.
Kendaraan yang melintas harus berhati-hati, agar tidak terguling, Kamis (20/12/2018).
Menurut warga, Boru Napitupulu, jalan tersebut membahayakan karena terlihat mulus namun bergelombang.
Selain itu, parit di sekitar dibiarkan tersumbat hingga air meluber ke badan jalan.
Katanya, jalan bergelombang tersebut berbahaya bagi pengendara. Bahkan, pernah memakan korban, hingga akhirnya warga seperti terpantau membuat tanda peringatan melaui wadah triplek bertuliskan "Awas Jalan Berlobang".
Boru Napitupulu juga menyebut, akibat jalan gelombang jalan bernahaya serta kerikil yang mengupas mereka terkendala menjajakan dagangannya. Alasannya, pembeli kesulitan mencari parkir.
Amatan Tribun, kendaraan yang melintas harus lebih lambat. Jika tidak benar-benar memperhatikan kondisi jalan, kendaraan bisa terguling dan berisiko memakan korban.
Warga lainnya, R Manik mengatakan
akibat melubernya air, ditambah truk-truk pengangkut kayu eucalpytus dan pelet pakan ikan, serta kendaraan bertonase berat lainnya badan jalan menjadi bergelombang. Lokasi itu persis di depan SPBU Parapat.
Di sisi lain, lobang-lobang tersebut sudah lama dibiarkan. Kian lama lobang pun membesar, kerikil-kerikil kecil muncul dan aspal terkelupas digerus arus air.
Menurutnya, kondisi jalan yang berlubang-lubang itu mengganggu pengemudi.
Bahkan, beberapa waktu lalu ada wisatawan yang berkunjung ke parapat mengendarai sepeda motor terjatuh hingga terkilir dan luka-luka hingga lebam.
Tokoh pemuda, Re Member Manik yang juga warga Parapat menceritakan, selain di Jalan Lintas Sumatra tersebut, banyak jalan lain yang merupakan tanggung jawab Pemkab Simalungun tidak layak di Kota Parapat.
Kondisi jalan yang tidak layak tentu mengganggu keselamatan wisatawan dan merusak estetika lokasi wisata legendaris itu.
Beberapa waktu lalu, Re Member bersama warg lain yang peduli terpaksa menimbun dengan sendirinya jalan-jalan berlobang di Parapat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jalan-sm-raja-parapat.jpg)