News Video
Detik-detik Pelayaran Pertama KMP Ihan Batak yang Sudah Ditungu Perantauan
KMP Ihan Batak resmi melakukan uji coba pelayaran pertama di perairan Danau Toba, Sumatera Utara , Kamis (20/12/2018)
Kapal Ro-Ro yang akan dipakai untuk penyeberangan ke Samosir. (Facebook/Pemerintah Kabupaten Samosir)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau meninjau pembuatan kapal Jumat (13/7/2018) lalu mengutarakan kapal sejenis akan dibangun empat unit.
“Kita itu mau bikin beberapa kapal. Mungkin ada tiga lagi, jadi empat ya,” kata Luhut seperti dilansir dari situs resmi Kemenko Bidang Kemaritiman.
Bupati Samosir pun mengutarakan Kapal Ro-Ro ini nantinya direncanakan beroperasi pada akhir 2018 untuk melayani masyarakat pada saat hari libur Natal dan Tahun Baru 2019.
Adapun rute perjalannya nantinya yaitu dari Pelabuhan Ajibata, Kabupaten Tobasa menuju Pelabuhan Ambarita, Kabupaten Samosir.
"Kapal ini akan beroperasi dari Ajibata ke Ambarita," ujar Rapidin Simbolon, Bupati Samosir melalui sambungan telepon kepada Harian Tribun Medan, Selasa (17/6/2018)
Ambarita merupakan nama suatu desa di Kabupaten Samosir yang berdekatan dengan daerah Wisata Tuk-tuk Siadong.
Saat ini pemerintah tengah mempersipakan rancangan untuk membangun pelabuhan besar di desa ini.
Pemilihan daerah Ambarita sebagai lokasi pembangunan pelabuhan besar dimana Kapal Ro-Ro tersebut akan bersandar, untuk mengurangi kepadatan di Tomok.
Namun ternyata KMP Ihan Batak ini bisa dioperasikan lebih cepat, yaitu awal Oktober akan beroperasi
"Syukur pada Tuhan, KMP Ihan Batak telah diluncurkan hari ini untuk rute Ajibata-Ambarita Samosir yang direncanakan awal Oktober sudah beroperasi," ujar Arie Prasetyo saat pelepasan KMP Ihan Batak.
"Semoga dengan kehadiran KM Ihan Batak ini, penyeberangan semakin lancar ke Kabupaten Samosir," tambahnya.
Dirjen Perhubungan Budi Setiadi mengutarakan sampai tahun 2020 akan diluncurkan 4 unit kapal penyeberangan. "Saat ini juga sedang berlanjut fabrikasi 1unit lagi," ujarnya.
"Kehadiran KMP Ihan Batak ini adalah bentuk komitmen negara yang dipimpin Bapak Presiden Joko Widodo yang berkomitmen menjadikan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata international," tambahnya.