Breaking News

Kasihan, Pak Guru Ini Ditampari Siswa yang Dididiknya 20 Tahun Lalu, Ini Pemicunya

"Anda mengenali saya?" tanya Chang kepada Zhang sebelum menampar pria berusia 50 tahun itu di bagian wajah dan leher selama sekitar 20 menit.

Editor: Tariden Turnip
weibo
Detik-detik saat guru dianiaya mantan siswa yang dididiknya 20 tahun lalu 

Chang ditahan di stasiun kereta Hangzhou Timur saat membeli tiket dengan tujuan to Henan, demikian penuturan radio lokal The Sound of Zhejiang.

Mantan siswa yang menganiya gurunya dibekuk
Mantan siswa yang menganiya gurunya dibekuk (weibo)

Red Star News memberitakan, kepada polisi Zhang berkata dia tidak melaporkan mantan muridnya itu karena dia merasa malu.

SMA Eksperimen Luanchuan mengonfirmasi Zhang merupakan guru di sana dan mengalami penyiksaan.

Namun mereka tak tahu jika ada murid yang punya dendam terhadapnya.

Hukuman fisik di sekolah dilarang oleh otoritas China sejak 1986. Namun kasus di mana para murid mengalami kekerasan masih terus terjadi.

Awal Desember ini, tiga guru TK di Provinsi Liaoning ditahan setelah diduga menyiksa muridnya, seperti menusuk mereka dengan tusuk gigi.

Padahal berdasarkan penelitian dari National Institute of Economic and Social Research dan Varkey Foundation, guru di China sangat dihormati.

Berkaitan dengan profesi itu, sebuah penelitian berskala internasional menyebutkan jika statusnya ingin lebih dihormati, para guru harus hijrah ke Cina, Malaysia dan Taiwan.

Di tiga negara itu para guru mendapat penghargaan tertinggi di mata masyarakat.

Namun berbeda halnya dengan rekan-rekan seprofesi mereka di Brasil, Israel dan Italia, mereka berada di ujung lain dari "Indeks status guru" ini, berdasarkan penelitian dari National Institute of Economic and Social Research dan Varkey Foundation.

Profesi mengajar di Inggris berada di bagian atas dari peringkat 35 negara, lebih tinggi dibanding di Amerika Serikat, Prancis dan Jerman.

Cina menempati urutan tertinggi. Di negeri itu 81% meyakini para siswa menghormati guru mereka, dibandingkan dengan rata-rata negara lain yang sebesar 36%, dalam survei yang dilakukan terhadap 35.000 orang itu.

Di Eropa dan Amerika Selatan "umumnya ada tingkat pesimisme yang lebih tinggi tentang sikap hormat murid terhadap guru".

Budaya menghormati orang tua dan guru ini sangat kuat di Asia, termasuk di negara-negara seperti Indonesia, Korea Selatan dan Singapura.

Staf
Di setiap negara, dukungan untuk mengaitkan gaji guru dengan kinerja menurun antara tahun 2013 dan 2018.

Para murid sekolah Asia juga bersinar di berbagai kompetisi internasional. Para peneliti menyebutkan profesi mengajar yang dihormati, menarik minat orang-orang berbakat, membuat kualitas pendidikan juga terjaga.

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved