Ini Penjelasan Mengapa Rumah Ibadah Tetap Kokoh Meskipun Dihantam Tsunami
Rumah ibadah yang tetap berdiri tegak meskipun bangunan di sekitarnya sudah luluh lantak dilumat bencana.
TRIBUN-MEDAN.com-Beberapa tahun terakhir, hampir setiap kali terjadi bencana alam di Indonesia, publik mendapatkan fakta tentang rumah ibadah yang tetap berdiri tegak meskipun bangunan di sekitarnya sudah luluh lantak.
Kabar paling baru adalah tentang bangunan masjid yang tetap kokoh berdiri saat bencana tsunami melanda wilayah Selat Sunda imbas dari longsoran pasca-erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu 22 Desember 2018 malam lalu..
Ialah Masjid Nurul Iman yang berada persis di pinggir pantai Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan. Masjid itu tak hanya tetap kokoh berdiri, namun baik di halaman maupun ruangan dalam masjid terlihat bersih seperti tidak terjadi apa-apa.
Padahal, seluruh bangunan rumah di sekitar masjid yang hanya berjarak sekitar 20 meter dari bibir pantai itu nyaris rata dengan tanah diterjang tsunami.
Bangunan masjid yang menghadap langsung ke laut lepas itu hanya mengalami kerusakan sedikit di bagian tiang depan, itupun tidak seberapa.
Di daerah yang lain, ada Masjid Al Amin yang menjadi sorotan saat tsunami Palu beberapa bulan lalu.
Meski berada di pesisir pantai Malambora, Donggala, bangunan ini masih berdiri tegak. Masjid ini berumur lebih dari seratus tahun, tepatnya didirikan pada tahun 1906 di kawasan Kampung Arab.
Yang paling terkenal adalah Masjid Rahmatullah di Aceh.
Masjid Rahmatullah terletak sekitar 500 meter dari bibir pantai. Tapi setelah diterjang gelombang tsunami tahun 2004 silam, masjid ini tetap berdiri kokoh.
Padahal seluruh bangunan di sekitarnya rata dengan tanah.
Gubernur Aceh Syamsudin Mahmud lah yang membangun masjid Rahmatullah pada tahun 1997 di Lhoknga, Aceh Besar.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho memposting video dari lokasi bencana yang berfokus pada tempat ibadah.
Dalam video tampak sebuah masjid bercat hijau tetap berdiri kokoh di tengah bangunan lainnya yang rata dengan tanah.
Melalui Akun Twitternya, Sutopo Purwo Nugroho pun mengungkap bahwa di setiap bencana besar, ia sering melihat tempat ibadah itu tetap tegak walaupun di sekitar bangunannya hampir rata dengan tanah.
"Dalam setiap bencana besar, saya sering melihat kehancuran masif bangunan. Tapi rumah ibadah tetap tegak berdiri," ujar Sutopo Purwo Nugroho dalam akun Twitternya @Sutopo_PN.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/masjid_rahmatullah.jpg)