Pesan Natal dari Pastor Alexander Silaen, OFM Cap: Natal Sebuah Perjumpaan

Tuhan mencipta langit-bumi dan manusia karena cinta dan untuk saling mencinta. Hanya saja dalam perjalanan hidupnya manusia tidak memilih sang Cinta,

Tribun Medan
Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Medan, Pastor Alexander Silaen, OFM Cap. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Kisah cinta merupakan kisah yang paling banyak di dunia ini misalnya lagu, sinetron, film, novel percintaan. Kisah cinta adalah warna dominan kehidupan ini, bahkan hingga akhir nanti.  

Cinta sebetulnya merupakan pangkal dan ujung kehidupan. Manusia ada karena cinta dan mati pun karena cinta. Aku dan kamu menjadi begini saat ini adalah karena cinta.

Tuhan mencipta langit-bumi dan manusia karena cinta dan untuk saling mencinta. Hanya saja dalam perjalanan hidupnya manusia tidak memilih sang Cinta, tidak memperjuangkan cinta.

Sebaliknya manusia menjauhi cinta, terjadilah chaos. Bagaimana meraih cinta itu kembali? Kita harus berjumpa dengan sang Cinta!

Perjumpaan selalu disukai oleh setiap orang. Saya senang jika dapat berjumpa dengan banyak orang apalagi dengan orang-orang yang saya kenal. Apakah ada orang yang tidak suka dengan perjumpaan? Pasti tidak.

Pemuda sangat mendambakan setiap perjumpaan dengan kekasihnya. Anak sangat bahagia bila berjumpa dengan orang tua. Sebaliknya orang tua sangat senang berjumpa dengan anak-anaknya yang baru pulang dari rantau.

Seorang pedagang sangat senang bila berjumpa dengan pelanggannya. Seorang supir sangat senang bila menjumpa dengan penumpang dipingir jalan.

Mengapa orang suka dengan perjumpaan? Karena perjumpaan itu selalu menghasilkan sesuatu yang menyenangkan, karena ada pengalaman baru, ada situasi baru, ada harapan baru, dan kebutuhan sebagai makhluk sosial terpenuhi.

Jika ada orang yang tidak suka akan perjumpaan rasanya itu kurang normal. Perjumpaan yang kita bicarakan ini masih pada tataran manusiawi, bagaimana jika perjumpaan itu dengan Tuhan sendiri? Pasti lebih menyenangkan lagi.

"Perjumpaan” adalah salah satu kata kunci permenungan Natal. Di sekitar natal sangat banyak kisah perjumpaan seperti perjumpaan Maria dengan Yusuf kemudian Yusuf menjadi tunangan Maria, perjumpaan Zakaria dengan Malaikat, karena Zakaria tidak percaya pada malaikat bahwa istrinya yang sudah tua akan mengandung, Zakaria menjadi bisu sampai Yohanes Pembaptis lahir; perjumpaan Maria dengan Malaikat Gabriel kemudian Maria mengandung dari Roh Kudus; perjumpaan Yusuf dengan Malaikat kemudian Yusuf batal menceraikan Maria;
perjumpaan Maria dengan Elisabeth sehingga Anak dalam rahim Elisabeth melonjak.

Pada Natal terjadi perjumpaan antara para Malaikat, Yosef, Maria, Gembala, Para raja dari Timur dan binatang-binatang serta semua makhluk hidup dengan Tuhan Yesus yang menjadi manusia, di kandang di Betlehem.

Maka sesunggunya Natal adalah perjumpaan ter-agung yang pernah ada di dunia ini, di mana surga dan bumi berjumpa. Natal juga adalah sebuah perjumpaan yang paling mesra dan penuh kasih karena Allah sendiri menjadi bayi mungil yang dapat dicubit dan dicium siapa saja.

Perjumpaan akbar antara Allah, manusia dan semesta alam itulah yang kita rayakan pada Natal. Melalui perjumpaan inilah penyelamatan Allah atas manusia (kita) dinyatakan. Manusia yang sudah sangat jauh jatuh dalam dosa diangkat dan diselamatkan-Nya.

Andaikata Yesus tidak menjadi manusia siapa pedoman kita dalam hidup ini? Siapa yang mengajari kita untuk hidup saling mencintai, rukun, damai dan adil? Siapa yang menunjukkan arah yang pasti sesudah kematian kita? Siapa penyelamat yang membawa kita ke dalam surga? Siapa yang menghapus dosa kita? Siapa yang mempermuliakan kita? Syukur ada Natal, Yesus lahir, tanpa dia hidup ini akan abu-abu.

Maka mari menyadarinya bahwa Yesus lahir untuk kita, Natal. Mari kita terima dan akui itu bukan hanya di bibir dan di mulut manis, di dalam lagu pujian yang meriah dan melodis tetapi juga di dalam pikiran, hati dan perasaan yang paling dalam serta tampak dalam perbuatan-perbuatan nyata. Sebab sering sekali kita merayakan Natal tetapi buahnya entah di mana.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved