Peringatan Hari Nusantara Ke-19, Edy Rahmayadi Sebut Sumut Punya Potensi Kelautan yang Sangat Besar

Pantai timur dan barat sangat berpotensi memberikan hasil yang akan memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat di daerah ini.

Penulis: Satia |
TRIBUN MEDAN/ Satia
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi memimpin Upacara Hari Nusantara ke-19 Tingkat Provinsi di Dermaga Pertamina Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Satia

TRIBUN MEDAN.com, MEDAN-Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi  menjadi inspektur upacara Hari Nusantara ke-19 tingkat provinsi di Dermaga Pertamina Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat.

"Kenapa dilakukan Hari Nusantara ini, supaya rakyat Indonesia sadar bahwa kekayaan kita belum dikelola secara optimal di laut ini. Kalau dikelola dengan baik ini bisa berpotensi bagi kita," katanya.

Provinsi Sumatera Utara memiliki potensi kelautan yang sangat besar. Jika dikelola dengan maksimal, pantai timur dan barat sangat berpotensi memberikan hasil yang akan memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat di daerah ini.

Hari Nusantara, kata Edy Rahmayadi, merupakan lambang kesejahteraan rakyat Indonesia, khususnya Sumut. Oleh sebab itu, menurutnya Hari Nusantara sangat penting bagi rakyat Indonesia. "Hari Nusantara juga merupakan perwujudan bangsa yang ada di barat Indonesia, khususnya Sumatera Utara, saya mau ini jadi hari besar kita," ujar Edy Rahmayadi, Sabtu (29/12/2018).

Tidak hanya lambang kesejahteraan, malainkan juga lambang kedaulatan bangsa Indonesia. "Itulah dasar awal pada tahun 1957 dideklarasikannya Hari Nusantara ini, tidak mudah perjuangan pendahulu kita, inilah bangsa Indonesia," katanya.

Hal tersebut dikatakan Mantan Pangkostrad ini, karena Indonesia merupakan negara yang memiliki pulau terbanyak dan garis pantai terpanjang di dunia. Artinya daratan Indonesia lebih sedikit ketimbang laut. "Pertahanan dan kesejahteraan kita bergantung pada kelautan ini," ujar Edy Rahmayadi.

Presiden Jokowi Tiba di Sumut, Berkunjung ke Langkat Sebelum Hadiri Acara Hari Natal Nasional

Greg Nwokolo Teteskan Air Mata Bicara Soal Garnetha Haruni, Minta Jangan Ganggu Kehidupannya

Selain itu, Edy mengharapkan stigma yang cenderung negatif mengenai Sumatera Utara sebagai pintu masuk hal-hal yang tidak baik bisa hilang. Meski begitu, Edy yakin petugas-petugas lintas instansi yang saat ini menangani hal tersebut bisa melakukannya dengan baik.

Dirinya juga mengharapkan, ke depan, peringatan Hari Nusantara dapat dilakukan secara besar-besaran. ”Sebagai tanda pengingat bangsa Indonesia, yang memiliki potensi besar untuk memberikan kesejahteraan, khususnya masyarakat Sumut,” ujarnya.

Kabar Terbaru Johar Lin Eng, Kapolri Tito Karnavian Kendaikan Satgas Anti Mafia Bola

CUACA BURUK Makan Korban, Dua Kapal Tenggelam, Kronologi dan Nasib Puluhan ABK-nya

Sementara itu Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tjahjo Kumolo, selaku Ketua Panitia Hari Nusantara Nasional 2018 dalam sambutannya yang dibacakan oleh Gubsu menyebut beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai upaya pembangunan kelautan Indonesia. Di antaranya, diperlukan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan sinergitas kebijakan baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta.

Selain itu, katanya, diperlukan juga perpercepatan pembangunan infrastruktur kelautan, serta penegakan kebijakan di bidang konservasi habitat biota laut dalam pengembangan pemanfaatan potensi di wilayah pesisir, pulau-pulau kecil di seluruh Indonesia. Hal tersebut berkaitan erat dengan peran laut terhadap adaptasi dan mitigasi bencana.

Underpass Titi Kuning Diresmikan Januari 2019, Proses Pengerjaan Capai Angka 98 persen

Nenek 63 Tahun Bunuh dan Potong Putranya hingga 70 Bagian Karena Lakukan Hal Ini Kepadanya

Pernah jadi Penggila Bola, Brigjen Krisna Murti Siap Basmi Kasus Pengaturan Skor di Indonesia

"Bila selama ini kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudra, dan memunggungi selat dan teluk, kini saatnya bagi kita mengembalikan semuanya, sehingga semboyan Jalesveva Jayamahe, di laut kita jaya, sebagai semboyan kita di masa lalu bisa kembali," katanya.

Pada kesempatan itu, Edy Rahmayadi juga menyerahkan bantuan alat penangkap ikan, benih ikan, bantuan untuk budidaya ikan, serta sertifikat penghargaan dari KKP kepada nelayan dan kelompok nelayan.

(Cr19/Tribun-Medan. com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved