Update Pembakaran Kekasih: Keluarga Hovonly Simbolon Diperlakukan Keluarga Herald Bagaikan Pengemis

Lasyuli pun mengutarakan mereka diperlakukan seperti pengemis saat meminta pertanggung jawaban keluarga pelaku.

Update Pembakaran Kekasih: Keluarga Hovonly Simbolon Diperlakukan Keluarga Herald Bagaikan Pengemis
Tribun Medan
Hovonly disemayamkan di rumah duka 

Hal ini dikatakan oleh kakak kandung Ivo, Yuli Simbolon kepada Tribun Medan.

"Karena keterbatasan biaya, kami harus pindah. Kemarin sempat ditanggung sebuah yayasan. Tapi sudah tidak lagi. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih untuk semua doa dan kasih yang diberikan," ujarnya Sabtu malam (8/12/2018).

Dijelaskannya, proses pemindahan tersebut mereka putuskan karena melihat kondisi keuangan dan biaya perawatan yang terbilang mahal jika tetap di RS Columbia. Karena itu untuk meminimalisir biaya dan atas saran Dr Frank yang menangani Ivo, maka jadilah mereka memindahkan Ivo sejak tanggal 6 Desember kemarin.

"Jujur memang dokter kan tahu keadaan keuangan kami sejak awal. Minta saran sama dokter, di RS Accuplast saja," terangnya.

Lebih lanjut, terkait kondisi luka bakar yang dialami Ivo saat ini kata Yuli sudah lebih baik. Bahkan di RS Accuplast Ivo juga telah menjalani operasi yang ke-9 (debridement) pada 7 November kemarin.

"Luka-lukanya sudah jauh lebih banyak yang kering. Cuma yang susah di leher, paha, bahu atas, karena di situ yang paling dalam lukanya , jadi lama. Jadi dokter belum bisa prediksi berapa kali lagi (operasi). Masih butuh operasi lagi," ungkapnya.

Masih disampaikan Yuli, dr Frank yang menangani Ivo, juga terus memberi semangat pada adiknya.

Saat ini kata Yuli, untuk mengumpulkan biaya pengobatan adiknya itu, selain mengandalkan dari keluarga, dia juga turut mengandalkan sejumlah donasi dari teman-temannya.

Dirinya juga sedang berusaha untuk mencari donatur lain yang bersedia membantu proses pengobatan adiknya itu.

Dia pun berharap ada donatur, dermawan, maupun yayasan lain yang bersedia membantu biaya Pengobatan adiknya itu.

"Karena yayasan yang kemarin sudah selesai (beri donasi), saya masih coba juga ke yayasan lain. Ada juga melalui teman yang kasih link tapi masih tunggu kabar," tandasnya.

Hovonly dibakar Herald Hasibuan (27), Warga Jalan Garu III, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas nekat membakar mantan kekasihnya Hovonly alias Ivo (27) yang merupakan mahasiswa Pascasarjana salah , akibat tak terima diputus.

Hovonly diketahui juga adalah alumni Universitas Muslim Nusantara (UMN Al Washliyah) Medan dan merupakan warga Aceh yang bermukim (kost) di Jalan Garu II-B, Gang Baru, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas.

Adapun kejadian peristiwa nahas tersebut terjadi di rumah kost korban di Jalan Garu 2-B Gg Cipta Baru, Kelurahan Harjosari 1, Kecamatan Medan Amplas.

Hal itu dilakukan Herald, dengan membawa bensin ke kost korban, dengan maksud bakar diri untuk tewas bersama-sama.

Herald Hasibuan bersama kekasihnya, Hovonlin Simbolon
Herald Hasibuan bersama kekasihnya, Hovonlin Simbolon (Facebook)

Kronologis Kejadian

Informasi sebelumnya yang berhasil dihimpun Tribun Medan melalui Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi mereka, di mana korban minta tolong kepada saksi yang diketahui bernama Kelvin Pasaribu melalui aplikasi line, bahwa dirinya dalam keadaan terancam.

Kelvin sendiri tiba di kos korban pada Senin (12/11/2018) sekitar pukul 00.00 WIB, lalu.

"Saat saksi tersebut datang, pintu kerjakan terkunci dari dalam, sementara pelaku sudah berdiri di depan pintu kamar korban yang saat itu dalam keadaan tertutup dan dikunci. Jadi karena pintu utama sudah terkunci, saksi ini meminta kepada kawan kosnya yang lain agar membukakan pintu," ujarnya.

Lanjut Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi, pelaku langsung mendobrak pintu kamar kost korban dan berhasil masuk ke dalam kamarnya.

"Melihat pintu kamar korban sudah didobrak si pelaku, saksi ini mengejar ke dalam kamar korban di mana posisi si korban dan pelaku sudah berlumuran minyak bensin. Untuk minyak sendiri kami duga berasal dari pelaku. Seketika pelaku langsung membakar dirinya dan karena si korban juga berlumuran bensin api langsung menyambar diri korban," kata Ginanjar.

Terpisah, usai peristiwa nahas yang membakar Mahasiswi Pascasarjana terjadi, Medical Service Manager RS Columbia Asia, dr Sabar Petrus Sembiring, SpPD mengatakan, bahwa untuk pasien luka bakar yang dimaksud benar dirujuk dan mendapat perawatan intensif di sini.

"Pasien kami rawat secara intensif. Untuk luka 60 persen dengan derajat 2 dan 3. masih dalam penanganan insentif. Nanti akan diambil tindakan selanjutnya," ujarnya saat ditemui Tribun Medan di RS Columbia Asia, Jalan Listrik, Medan, Selasa (13/11/2018), lalu.

Namun berita duka cita berhembus terkait meninggalnya korban luka bakar yang diduga dilakukan pacarnya, Hovonly dikabarkan meninggal dunia.

Tribun Medan pun kembali mengkonfirmasi hal tersebut kepada pihak kepolisian Polsek Patumbak.

Hovonly Aprista Simbolon alias Ivo (27), mahasiswi yang menjadi korban keganasan akibat dibakar mantan pacarnya Herald Hasibuan.
Hovonly Aprista Simbolon alias Ivo (27), mahasiswi yang menjadi korban keganasan akibat dibakar mantan pacarnya Herald Hasibuan. (TRIBUN MEDAN/Yuli Simbolon)

Dikatakan Ginanjar, benar bahwa korban telah meninggal dunia.

"Benar, bahwa dia (Hovonly) pada Minggu (30/12/2018) meninggal dunia. Sebelumnya kurun waktu sebulan telah mendapatkan perawatan intensif. Namun Tuhan berkata lain," ujarnya saat dihubungi Tribun Medan.

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved