Polisi Tewas saat Jinakkan Bom Gereja Dua Hari Sebelum Perayaan Natal!

Seorang polisi di Mesir tewas ketika berupaya menjinakkan bom di luar sebuah gereja Koptik di kota Nasr, Sabtu (5/1/2019).

Editor: Tariden Turnip
AFP/Mohamed el-Shahed
Pasukan keamanan menjaga jalan menuju gereja setelah ledakan yang menewaskan seorang polisi, di Narsh, Mesir, pada Sabtu (5/1/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Seorang polisi di Mesir tewas ketika berupaya menjinakkan bom di luar sebuah gereja Koptik di kota Nasr, Sabtu (5/1/2019).

Insiden terjadi jelang dua hari sebelum umat Kristen di Mesir merayakan Natal pada 7 Januari 2019.

Gereja Koptik Mesir merayakan Natal berselang sekitar dua pekan setelah sebagian besar Kristen yang didominasi Katolik dan Protestan merayakannya pada 25 Desember lalu, akibat perbedaan kalender.

Melansir AFP, dua petugas lainnya mengalami luka-luka dalam ledakan tersebut.

Sementara, polisi yang terbunuh bernama Mustafa Abid, seorang spesialis pembersihan ranjau.

Alat peledak itu diketahui disembunyikan di dalam tas yang digeledah polisi.

Hingga kini, belum ada kelompok yang mengklaim sebagai pemilik bom tersebut.

Baca: Raja Malaysia Kehilangan Tahta setelah Nikahi Mantan Miss Moscow, Begini Kisah Cinta Mereka!

BBC mencatat, Presiden Mesir Abdul Fattah Al-Sisi sebelumnya menyatakan diri sebagai pembela umat Kristen terhadap kelompok ekstremis.

Dia dijadwalkan bakal membuka Catheral of Nativity pada Minggu (6/1/2019), sehari sebelum Natal yang dirayakan umat Gereja Koptik.

Katredal baru ini dijadwalkan dibuka oleh Presiden <a href='https://medan.tribunnews.com/tag/mesir' title='Mesir'>Mesir</a> pada Minggu (06/01).

Katredal baru ini dijadwalkan dibuka oleh Presiden Mesir pada Minggu (06/01)/EPA

Sekitar 10 persen dari populasi di Mesir merupakan pemeluk Kristen Koptik.

Banyak yang mengklaim, Mesir memperlakukan mereka secara diskriminatif dan tidak memberikan perlindungan yang cukup.

Lebih dari 100 umat Kristen telah terbunuh akibat serangan kelompok ekstremis sejak 2016.

Pada Oktober 2018, sebanyak 17 orang dihukum mati karena terlibat dalam serangan bom di gereja Koptik.

Bulan selanjutnya, polisi Mesir membunuh 19 anggota kelompok ekstremis yang diduga menyerang umat Kristen dalam sebuah serangan penembakan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved