Jefri Nichol Sempat Kewalahan Perankan Karakter di Film DreadOut
Ia sempat sedikit kewalahan karena hanya dalam waktu satu minggu harus mempersiapkan karakter seperti berdialek Sunda.
Penulis: Ayu Prasandi |
Laporan Wartawan Tribun /Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Kembali memerankan sebuah karakter di film bergenre horor terbarunya yang berjudul DreadOut ternyata sempat membuat Jefri Nichol agak kewalahan.
Pasalnya, aktor kelahiran 15 Januari 1999 tersebut baru bisa bergabung dengan pemain lain satu minggu sebelum pembuatan film berlangsung.
"Awalnya berpikir akan susah beradaptasi karena kan pemain yang lain sudah sebulanan bareng-bareng persiapan karakter dan membangun chemistry, sementara saya baru bergabung satu minggu dan alhamdulilah semuanya lancar," ujarnya saat temu pers di Lekker Urban Food Medan, Jumat (11/1/2019).
Ia sempat sedikit kewalahan karena hanya dalam waktu satu minggu harus mempersiapkan karakter seperti berdialek Sunda, hingga membangun chemistry dengan para pemain lainnya.
"Itulah yang awalnya membuat saya parno dan hal tersebut menjadi tantangan bagi saya," jelasnya.
Ia juga memiliki cukup banyak pengalaman yang susah dilupakan ketika memerankan karakter Erick di film tersebut. Apalagi ia memiliki pengalaman menarik karena melakukan proses syuting dengan para pemain, kru dan sutradara yang memang sudah tidak diragukan lagi.
"Ada satu pengalaman seru yang menurut saya gak bisa dilupain yaitu di satu adegan saya harus digantung pakai selling yang diletakan di area selangkangan dan itu sakit banget namun saya tidak kapok," terangnya.
Menurut Jefri, film besutan sutradara Kimo Stamboel dari The Mo Brothers tersebut memiliki banyak hal yang spesial karena merupakan karya anak bangsa yang diadaptasi dari games.
"Film ini adalah film genre horor yang memang berbeda sekali dengan film horor-horor lainnya karena lebih fun dan entertaining karena tidak hanya sekadar mengandalkan keseraman," tuturnya.
Ia merasa sangat senang dan antusias bisa bermain di film yang telah tayang perdana di bioskop pada 3 Januari 2019 lalu tersebut.
"Senang pastilah, apalagi film ini memiliki jalan cerita yang cukup seru dan bagi kalian yang belum nonton, harus banget tahu Hantu Kebaya Merah karena dia merupakan sosok penting dan ikonik dalam film DreadOut. Sosok seram berkebaya merah dan lengkap dengan sanggulnya ini mampu membuat kalian menjadi merinding," terangnya.
Sejak tayang perdana di seluruh bioskop pada 3 Januari 2019, film DreadOut telah menembus 563.578 penonton pada hari ke sembilan. Angka tersebut menunjukkan respon positif masyarakat terhadap film tersebut.
Produser film DreadOut, Wida Handoyo, menuturkan, sangat berterima kasih atas bentuk apresiasi masyarakat terhadap film pertama di Indonesia yang diadaptasi dari game tersebut dan berharap penonton di Medan akan merasakan nuasa thrilling, fun, dan adventure dari film ini.
"Saya pun optimis jumlah ini dapat terus meningkat dan berharap masyarakat Indonesia akan terus mendukung karya murni anak bangsa," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jefri-nichol-dan-cathy-fakandi.jpg)