Menikmati Anatomi Kopi, Warung Biasa yang Menjadi Andalan Mahasiswa

Barista Anatomi Kopi, Tri Gunawan Atmaja juga mengatakan jika di sini diunggulkan karakter dari kopi itu sendiri.

Menikmati Anatomi Kopi, Warung Biasa yang Menjadi Andalan Mahasiswa
TRIBUN MEDAN/HO
Anatomi Kopi di Jalan Mongisidi No 92/86, Kota Medan, menjadi tempat yang sering dikunjungi mahasiswa. Berkonsep sederhana, kafe ini menyediakan makanan khas nusantara. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda Rizka S Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Para mahasiswa kini suka mengunjungi coffee shop. Alasannya beragam, mulai dari menghabiskan waktu, bersantai melepaskan penat, hingga mengerjakan tugas kuliah.

Untuk itu, mahasiswa pastinya memilih tempat yang nyaman yang menyediakan beragam keperluannya seperti akses internet yang memadai.

"Saya memang suka ngopi. Laki-laki, ya, ngopi. Kalau ngumpul sama teman-teman, mengerjakan tugas, nyarinya warung kopi. Saya juga suka membawa buku saat ngopi. Diskusi dengan ngopi itu lebih enak dan terbuka saja fikiran," ungkap seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara Rudy Lubis yang diwawancarai Tribun.

Rudy dan mahasiswa lainnya tentu saja akan memilih kafe yang menurut mereka mewakilkan perasaan dan keinginan mereka berlama-lama di sebuah coffee shop. Satu kafe di Jalan Mongisidi No 92/86, Kota Medan, Anatomi Kopi, bisa menjadi pilihan para mahasiswa, terutama yang suka ngopi.

"Kita awalnya ingin ke hulu, ke penanaman kopi. Berhubung harus ke daerah tinggi dan harus di luar kota, kita diskusi dengan yang faham. Akhirnya dianjurkan bagaimana kalau tes ke coffee shop dulu. Awalnya enggak mau karena sudah menjamur, ya, tetapi akhirnya, ya, kenapa enggak kita coba dari hilir dulu," terang Owner Anatomi Kopi Fransiska, Sabtu (12/1/2019).

Bagi Fransiska sendiri, kopi itu unik. Karena dari satu biji bisa menghasilkan berbagai macam rasa. Begitu pula daei tempat yang berbeda ada rasa yang berbeda.

"Ketika nyari nama, dari beberapa list, terpilihlah nama anatomi ini. Kita lebih ke sebagai pemula, ingin belajar memahami kopi, lebih ke bagian-bagian dalamnya. Ya semoga akhirnya kita emang punya ladang sendiri," lanjutnya.

Senada dengan Fransisika, Barista Anatomi Kopi, Tri Gunawan Atmaja juga mengatakan jika di sini diunggulkan karakter dari kopi itu sendiri.

"Kita di sini bukan cuma ingin menaikkan kopinya aja. Nama anatomi diambil karena ingin melihat bagian-bagian dari kopi. Bagaimana rasa, karakter dari kopi yang akan ditonjolkan di sini. Dalam satu jenis kopi, apabila diseduh dari barista yang berbeda akan menghasilkan rasa yang beda juga," terangnya.

Halaman
123
Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved