Kapolri Tito Karnavian Ultimatum Pendukung Capres, Ditindak Jika Kampanye Hitam

Bedanya kampanye negatif menggunakan data dan fakta yang benar. Sementara, kampanye hitam (black campaign) menyebarkan kabar yang tak ada faktanya.

Kapolri Tito Karnavian Ultimatum Pendukung Capres, Ditindak Jika Kampanye Hitam
(KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA)
Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian 

TRIBUN-MEDAN.com-Kampanye hitam atau Black Kampanye kerap tersaji dalam gelaran pilpres 2019 terutama dalam media sosial, yang kerap menjadi sebuah polemik.

Karena hal ini Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian menyatakan akan menindak tegas pihak yang menggunakan kampanye hitam atau black campaign dalam masa kampanye Pemilu 2019.

Tito menjelaskan, kampanye hitam dan negatif punya arti yang berbeda.

Bedanya kampanye negatif menggunakan data dan fakta yang benar. Sementara, kampanye hitam (black campaign) menyebarkan kabar yang tak ada faktanya, alias berita bohong atau hoaks.

“Kalau ada negative campaign sebatas tertentu masih bisa kita tolerir, artinya kampanye tentang sesuatu tentang kelemahan pihak lain yang memang ada faktanya, supaya masyarakat paham dalam memilih nanti ada kelebihan dan kekurangan, yang akan dipilih,” ujar Tito di Gedung Auditorium STIK-PTIK Polri, Jakarta Selatan, Selasa (29/1/2019).

Baca: Pengusaha Naik Mercy yang Tabrak Menantu Anggota Polresta Solo, Divonis Setahun Penjara

Baca: Perusahaan Kamera Israel yang Tuntut Apple, Diakusisi Samsung

Jokowi dan Ma'ruf Amin Dalam Debat Pilpres 2019
Jokowi dan Ma'ruf Amin Dalam Debat Pilpres 2019 (Kompas.com)

“Yang tidak boleh adalah black campaign, kampanye yang fakta tidak ada diada-adakan itu pidana, pasti akan kita tindak,” sambung Tito.

Tito menuturkan, pihaknya tetap melakukan monitoring dan pengawasan secara maksimal dalam rangka mengamankan Pemilu 2019 dapat berlangsung aman.

Tito meminta aparat Kepolisian di setiap daerah untuk memetakan potensi kerawanan-kerawanan Pemilu.

Selain itu, Tito mengatakan, aparat Kepolisian juga akan melakukan deteksi untuk mencegah aksi-aksi kekerasan, anarki, serta konflik menjelang Pemilu 2019.

“Jadi semua wilayah agar bermitra, Kapolda dengan Pangdam Danrem, Kapolres dengan Dandim, sekaligus menyiapkan langkah-langkah untuk pencegahan mendinginkan suasana,” kata Tito.

Baca: Mahasiswa Ingin Diskusi Langsung dengan Calon Rektor Unimed

Baca: Pembunuh Gadis Dalam Kardus Jatuh dari Kamar Mandi, Sidang Tuntutan Ditunda

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, menyampaikan visi misi di debat pertama Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, menyampaikan visi misi di debat pertama Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ((KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG))
Halaman
12
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved