Naomi Cynthia Debora Simangunsong: Modal Terbesar Fashion Designer itu Ide
Jika Anda memiliki skill di bidang merancang busana, Fashion Designer merupakan salah satu bisnis yang cocok untuk Anda.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Industri fashion berkembang dan membuat bisnis fashion menjadi peluang besar bagi calon pengusaha.
Ada banyak peluang bisnis dalam industri fashion yang bisa menjadi jalan bagi Anda untuk mendapatkan uang.
Industri fashion sangatlah kompetitif, pastikan Anda menjadi pemasar yg baik dan kebal terhadap kegagalan.
Jika Anda memiliki skill di bidang merancang busana, Fashion Designer merupakan salah satu bisnis yang cocok untuk Anda. Karya Fashion Anda bisa dijadikan bisnis yang akan bertahan lama.
Inspirasi bisnis kali ini, datang dari Fashion Designer asal Kota Medan, Naomi Cynthia Debora Simangunsong. Ketertarikan Naomi akan dunia fashion designer berawal dari kesukaannya terhadap animasi. Selain itu, dalam belajar ia lebih menyukai praktek ketimbang teori.
"Awalnya saya ingin jadi pramugari cuma karena tinggi saya tidak terlalu mencukupi dan tidak didukung oleh orangtua jadi saya memilih fashion design. Dulu saya juga terlalu suka dengan animasi, hanya saja di Medan enggak ada pelajaran tentang animasi," ujar Naomi, Selasa, (29/1/2019).
Naomi menceritakan saat ia masih duduk di bangku SMA (Sekolah Menengah Atas), ia berkesempatan mengunjungi EXPO (pameran) yang menampilkan beragam universitas. Ia pun berkunjung ke stand LaSalle College dan Raffles Institute of Higher Education (RIHE) yang merupakan sekolah tentang art dan design.
"Tak berapa lama, usai saya lulus SMA, saya memutuskan untuk kuliah di RIHE. Di RIHE, saya diajarkan dari awal mulai dari mengambar, menjahit, drafting (pattern making), draping, design development dan masih banyak lagi," katanya.
Menurut Naomi, dulunya ia berpikir menjadi fashion designer itu mudah karena tidak terlalu banyak teori. Namun perkiraannya meleset, saat kuliah fashion designer, ia tetap mempelajari tentang teori dan malah menggunakan bahasa Inggris.
"Sekolah saya sedikit berbeda dengan sekolah lain. Karena, proses belajar sekolah design itu biasanya dari research, design dan membuat toile (sample dari design). Tapi kalau di sekolah kami dulu, kami menghasilkan hingga menjadi produk pakaian. Ya dulu, saya belum begitu fasih dalam berbahasa Inggris, tapi karena kuliah fashion designer ini, saya sudah mahir berbahasa Inggris," ujar
Seiring berjalan waktu, ia pun menikmati sekolah fashion design ini. Agar semakin memperdalam ilmu designnya, ia juga kembali melanjutkan studi sarjana di Raffles Collage of Higher Education, Singapore.
"Karena sekolah desain di Indonesia cuma sampai diploma, jadi saya memutuskan untuk lanjut ke Raffles juga. Saat itu, Raffles bekerjasama dengan Coventry university, United Kingdom (UK) jadi sertifikat saya dari Coventry University," katanya.
Naomi mengaku dalam hal mematokkan jasa desainernya, dibanderol mulai dari Rp 1,5 juta untuk basic dress.
Kendala menjadi fashion designer, kata Naomi, di Indonesia, design itu masih kurang dihargai. Ia berharap
setiap orang bisa melihat kualitas dan kreatifitas dari setiap seniman.
"Setiap orang seharusnya bisa menghargai hasil kreativitas karena ide itu mahal," ujar Owner dari NCDS ini.
Tak jarang, Naomi juga memberi pemahaman tentang produk, kualitas, dan design agar customernya lebih mengerti dan paham.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/naomi-cynthia-debora-simangunsong.jpg)